Berita Kotabaru

Disebut Sebagai Daerah Distribusi, Kotabaru Bakar 1,4 Juta Rokok Ilegal

Sebanyak 1,4 juta batang rokok ilegal dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kotabaru.

Disebut Sebagai Daerah Distribusi, Kotabaru Bakar 1,4 Juta Rokok Ilegal
banjarmasin post group/ helriansyah
Kepala KPPBC Kotabaru Bagus Sulistijono (tengah) saat menyampaikan siaran persnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Sebanyak 1,4 juta batang rokok ilegal dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kotabaru. Pemusnahan barang sitaan negara hasil operasi pasar KPPBC tahun 2015 hingga awal Februari 2018.

Kepala KPPBC Kotabaru Bagus Sulistijono dalam siaran persnya di halaman gedung Mahligai Pancasila Kotabaru, Kamis (9/8/2018) mengatakan, pemusnahan ini rutin dilaksanakan.

Baca: Cawapres Belum Pasti, Prabowo Hari Ini Deklarasi Capres 2019

"Biasa pemusnahan rutin kami gabung dengan Bea Cukai Banjarmasin. Tapi kali ini kami berusaha melakukan pemusnahan sendiri," kata Bagus.

Menurut Bagus, pemusnahan jutaan batang rokok ilegal sebagai fungsi pengawasan KPPBC Kotabaru. Sekaligus bentuk penindakan hasil operasi pasar di wilayah Kabupaten Kotabaru dan Tanahbumbu.

"Saat operasi menurunkan beberapa anggota dengan menyisir pasar-pasar dan penjual-penjual. Hasilnya seperti terlihat saat ini," ujar Bagus.

Baca: Merasa Disepelekan Inisial M Cawapres Jokowi di Pilpres 2019, Sosok Ini Klaim Jadi Presiden

Adapun beberapa jenis merk rokok yang dimusnahkan, dengan beberapa pelanggaran antara lain rokok tidak dilengkapi pita cukai, pita cuka palsu, pita cukai bukan peruntukan, dan penggunaan pita cukai bekas.

Ditambahkan Bagus, masing-masing pita cukai mempunyai peruntukan, namun dijadikan sebagai modus untuk memperoleh keuntungan.

"Kita mengenal rokok yang namanya sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret kretek mesin (SKM)," ujarnya.

Baca: Kekayaan Jokowi Puluhan Miliar Rupiah Prabowo 1 Triliun Lebih, Persiapan Jelang Pilpres 2019

Masih menurut dia, SKT memiliki pita cukai yang lebih murah. Sedangkan SKM memiliki pita cukai yang lebih mahal.

"Jadi modusnya, rokoknya rokok SKM tapi dilekati dengan SKT. Pita cukainya asli, tapi harusnya bukan disitu ditempelkan. Selain pita bekas yang ditempelkan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved