Berita Tanahlaut

Lahan Pertanian di Desa Handil Birayang Atas Kekeringan, Ini Jumlah Luasan yang Terdampak

Kegagalan panen padi itu karena serangan hama tungro dan kekeringan akibat cuaca panas sehingga hasil produksi petani Desa Handil Birayang Atas

Lahan Pertanian di Desa Handil Birayang Atas Kekeringan, Ini Jumlah Luasan yang Terdampak
istimewa
PPL Desa Handil Birayang Atas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sekitar 250 hektare hamparan pertanian padi di Desa Handil Birayang Atas, Kecamatan Bumimakmur gagal panen.

Kegagalan panen padi itu karena serangan hama tungro dan kekeringan akibat cuaca panas sehingga hasil produksi petani Desa Handil Birayang Atas tak maksimal.

Kepala Desa Handil Birayang Atas, Muhammad Arifin mengaku memiliki lahan seluas satu hektare juga terdampak hama tungro dan kekeringan.

"Biasanya satu borongan itu menghasilkan padi 10 blek. Panen kali ini hanya satu blek. Satu borongan itu sama dengan 10x10 depa. Satu blek itu sekitar 20 kilogram gabah," katanya.

Baca: Indonesia ke Final! Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Malaysia Piala AFF U-16 2018 - Skor 1-0

Muhammad Arifin menduga munculnya hama pengganggu tanaman itu akibat selama dua tahun ini, aktivitas pembakaran lahan pertanian tidak dilakukan.

"Akibat tidak ada pembakaran, hama tanaman itu berkembang biak di tanah garapan. Sekitar 10 hari benih ditanam langsung merah, kuning dan mati," katanya.

Baca: BREAKINGNEWS - Kyai Maruf Amin Jadi Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019, Lalu Mahfud MD?

Petugas penyuluh pertanian Desa Handil Birayang Atas, Adi Irwansyah membenarkan lahan pertanian di Desa Handil Birayang Atas mengalami kekeringan setelah sebelumnya terserang hama tungro.

"Awalnya terserang hama tungro. Tanam kering karena memasuki musim kemarau. Insya Allah kabarnya akan ada bantuan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut berupa benih unggul musim tanam berikutnya," katanya.

Baca: Berakhirnya Kutukan 16 Tahun Usai Skor Timnas U-16 Indonesia vs Malaysia 1-0 di Piala AFF U-16 2018

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut, Dhenok Nuniek Aulia mengatakan seragam hama tungro dan ancaman kekeringan itu berdampak pada produksi tanaman pangan.

Dhenok Nuniek Aulia mendengar informasi dari koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Tanahlaut, dari 11 Kecamatan di Kabupaten Tanahlaut, dua kecamatan yaitu Kurau dan Bumimakmur terindikasi kekeringan dan serangan hama tanaman.

"Kami sudah melakukan antisipasi terhadap ancaman seragam hama dan kekeringan itu dengan menawarkan asuransi usaha tani padi (AUTP) 2018. Belum 100 persen para petani ikut sebagai peserta," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help