Berita Hulu Sungai Tengah

Mobil Sapu Seharga Rp 3,5 Miliar Ini Sangat Unik, Pasukan Oranye HST Mulai Mahir Mengoperasikan

Mobil spesifikasi khusus terbut penampilannya cukup unik. Di bagian depan bempernya terdapat sapu berbentuk bundar.

Mobil Sapu Seharga Rp 3,5 Miliar Ini Sangat Unik, Pasukan Oranye HST Mulai Mahir Mengoperasikan
Hanani
Mobil penyapu sampah jalan, saat dioperasikan petugas kebersihan jalan dari pasukan orange Kota Barabai, Kamis (9/8/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pekerjaan pasukan orannye (sebutan untuk petugas kebersihan) di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kini menjadi lebih mudah. Sebuah mobil penyapu sampah, pembersih debu serta sekligus penyiram debu tekah dibeli Pemkab HST, menggunakan dana APBD HST anggaran 2018.

Mobil menyapu seharga Rp 3,5 miliar tersebut, mulai dioperasikan pasukan oranye, Kamis (9/8/2018).

Mobil spesifikasi khusus terbut penampilannya cukup unik. Di bagian depan bempernya terdapat sapu berbentuk bundar. Tak hanya di depan, di antara ban depan dan ban belakang, juga terdapat dua alat sapu yang sama dengan di depan bemper tadi.

Baca: Live Streaming Indosiar Timnas U-16 Indonesia vs Malaysia Semifinal AFF U-16 2018 Jam 19.00 WIB

Sedangkan di bagian belakang mobil terdapat satu selang berukuran besar yang fungsinya untuk menyiram debu jalanan.

Rahim, anggota petugas kebersihan merupakan salah satu operator mobil penyapu jalan tersebut.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar Indonesia vs Malaysia Semifinal Piala AFF U-16 2018

Dia pertama kali mengoperasikan mobil sapu, sejak pukul 09.00 wita hari ini, dan membersihkan sampah di tengah jalan, sekaligus menyingkirkan debu tebal yang menempel di aspal.

Baca: Penyebab KH Maruf Amin Dipilih Sebagai Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Hasilnya, sepanjang jalan PH M Noor, jalan Perwiram Jalan Brigjen H Hasan Basry serta sejumlah ruas jalan utama di Kota Barabaipun menjadi bersih.

“Sebenarnya sudah beberapa bulan lalu mobilnya datang. Tapi pengoerasian baru dilakukan, karena menunggu angaran operasional untuk membeli bahan bakar,”kata Rahim.

Rahim mengatakan, dia bersama rekannya yang lain telah mendapatkan pelatihan mengoperasikan fungsi-fungsi fitur yang ada di mobil tersebut sekitar satu minggu. “Instrukturnya, langsung dari pihak pabrik,” tutur Rahim.

Meski ada mobil sampah, namun petugas kebersihan sampah jalan lainnya, tetap diperjakan. Sebab, menyapu secara manual jelas Rahim tetap diperlukan, terutama di atas trotoar.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help