Berita Batola

Persatuan Pengelola Gerai Listrik Indonesia Kalsel Segera Dideklarasikan

Persatuan Pengelola Gerai Listrik Indonesia Kalsel yang diprakarsai sejumlah pelaku usaha Gerai Layanan Listrik di Kabupaten Batola.

Persatuan Pengelola Gerai Listrik Indonesia Kalsel Segera Dideklarasikan
banjarmasin post group/ edi nugroho
PARA pelaku Gerai Layanan Listrik (Gelatik) di Kabupaten Batola sekitarnya berkumpul di Gelatik Wira Karya, di kompleks perumahan Persada Permai Baru I, Jalur I, No 01, RT 31, Desa Semangat Dalam, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, Selasa (7/8/18) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Persatuan Pengelola Gerai Listrik Indonesia Kalsel. Ini nama organisasi yang diprakarsai oleh sejumlah  pelaku usaha Gerai Layanan Listrik (Gelatik) di Kabupaten Batola.

Nantinya Persatuan Pengelola Gerai Listrik Indonesia Kalsel diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi para pelaku usaha gerai yang merasa dirugikan karena tidak dapat jatah melakukan pelayanan ke pelanggan PLN, seperti penyambungan baru listrik.

“Iya Persatuan Pengelola Gerai Listrik Indonesia Kalsel akan segera kita deklarasikan. Mudah-mudahan Kaltim, Kaltara,Kalteng segera bisa terbentu juga. Jadi nanti se-Kalimantan ada Persatuan Pengelola Gerai Listrik Indonesia. Kalau perlu di Jawa juga akan dibentuk,” kata Mashudi, Manajer Gerai Layanan Listrik (Gelatik) Wira Karya, di kompleks perumahan Persada Permai Baru I, Jalur I, No 01, RT 31, Desa Semangat Dalam, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (9/8/18).

Baca: AHY Dicoret dari Daftar Cawapres Pilpres 2019 PAN, Drajad : Merugikan Partai

Menurutnya, PT PLN pernah berjanji semua pelayanan sambung baru itu ditutup dan ditampung oleh gerai. Namun, kenyataannya malah PLN sendiri sekarang mengambil alih pelayanan penyambungan listrik baru.

Dijelaskannya, sejumlah Gerai Layanan Listrik (Gelatik) di Kabupaten Batola resah. Sebab, sejak 2014 silam Gelatik sebagai bentuk model layanan satu pintu dengan sistem terpadu dan lebih mudah, cepat, murah dan transparan dari PT PLN Persero justru malah tak dapat lagi jatah untuk pelayanan pelanggan lagi.

Baca: Kekayaan Jokowi Puluhan Miliar Rupiah Prabowo 1 Triliun Lebih, Persiapan Jelang Pilpres 2019

“Iya kita sangat dirugikan. Investasi untuk membuat gerak cukup mahal, seperti membuat counter dan sewa ruko. Tapi kita malah ngga dapat jatah melakukan pelayanan ke pelanggan PLN,” kata Mashudi.

Menurut Mashudi, seiring perjalanan waktu dengan bergantinya pejabat PLN yang baru, ternyata program Gelatik ternyata tidak berkesinambungan. Program pimpinan baru di PLN tidak melanjutkan program prioritas pejabat lama sehingga pelaksanaan program gerai layanan listrik tidak berlanjut sehingga nasib gerai terbengkelai.

Baca: Yenny Wahid : Mahfud MD Disetujui Jadi Cawapres di Pilpres 2019 oleh Kiai NU di Akar Rumput

“Awalnya keberadaaan gerai-gerai listrik merupakan langkah PLN mereformasi birokrasi manajemen layanan masyarakat yang mau mengajukan permohonan penyambungan baru listrik PLN itu bisa langsung terlayani,” katanya.

Ia mempertanyakan komitmen PLN bagaimana Gelatik sebagai layananan satu pintu ke masyarakat. Namun kenyataaan di lapangan sangat berbeda.

Gelatik yang seharusnya satu satunya melayani masyarakat, namun justru ditemui praktek pelayanan di luar gerai alias calo.

Baca: Jenderal Kardus Disebut Syarif Hasan Sebagai Ungkapan Ketidakpuasan Andi Arief di Pilpres 2019

“Kondisi terkesan dibiarkan oleh pihak PLN, sehingga puluhan Gerai resmi di Kabupaten Batola sekitarnya yang pernah disahkan oleh PLN sejak 2014 lalu itu jelas mengalami kerugian. Kami sudah sewa ruko di Martapura. Jelas kami dirugikan ,” katanya.  

(banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved