Berita Banjarmasin

Sudah 11,5% Umat Islam Banjarmasin Divaksin MR, Sekolah Tak Mau Ini Sikap Ibnu Sina

Bahkan, beberapa sekolah juga masih menunda penggunaan vaksin MR tersebut kepada siswa. Meski terdapat pro dan kontra penggunaan vaksin MR

Sudah 11,5% Umat Islam Banjarmasin Divaksin MR, Sekolah Tak Mau Ini Sikap Ibnu Sina
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Imunisasi Campak dan Rubella di SDN Pemurus Dalam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keraguan soal vaksin imunisasi measles dan rubella (MR) masih melanda warga, terutama umat Islam, khususnya di Kota Banjarmasin.

Bahkan, beberapa sekolah juga masih menunda penggunaan vaksin MR tersebut kepada siswa. Meski terdapat pro dan kontra penggunaan vaksin MR, namun hingga kemarin sudah 11,5 persen siswa di Banjarmasin yang menggunakan vaksin ini.

Jumlah ini dari total 176.209 anak yang akan di imunisasi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Anies Suroyo, mengatakan jika vaksin itu persoalan pilihan. Sekolah yang menunda atau yang tetap melakukan akan tetap dilayani.

Baca: Indonesia ke Final! Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Malaysia Piala AFF U-16 2018 - Skor 1-0

Imunisasi dimulai pada awal Agustus tadi, rupanya sedikit mengalami kendala. Itu dikarenakan munculnya berbagai kontraversi sehingga memilih penundaan. Karena pro kontra tersebut, lanjut Anies, Pemerintah Kota Banjarmasin, belakangan semakin gencar menyosialiasikan imunisasi campak dan rubella (MR) kepada masyarakat.

“Kami melihat dari sisi kesehatannya. Bukan juga menyampingkan agama,” katanya.

Baca: Berakhirnya Kutukan 16 Tahun Usai Skor Timnas U-16 Indonesia vs Malaysia 1-0 di Piala AFF U-16 2018

Menurut Anies, seluruh anak di Indonesia juga mengalami yang namanya imunisasi tapi tidak pernah disoal.

“Kalau disoal kenapa tidak dari dulu saja dipermasalahkan. Kan imunisasi sejak dulu ada,” katanya.

Menurut Anies dari sisi kesehatan vaksin MR, penting diberikan kepada anak. “Kalau terjadi sesuatu tanpa vaksin bagaimana,” retroris Anies.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengaku tidak akan mempersoalkan sekolah yang tidak bersedia divaksin sebelum adanya sertifikasi halal. “Kalau sekolah siap, nanti divaksin. Tak ada masalah,” katanya.

Dikatakannya, ia juga masih menunggu keputusan MUI soal kehalalan vaksin tersebut. Meskipun demikian, menurutnya belum berarti tanpa sertifikasi, tidak halal. “Saya dapat info dari teman yang juga dokter. Katanya itu halal dan aman. Lagi pula saya yakin, semua yang diberikan kepada warga Indonesia sudah terjamin. Apalagi, negara islam juga sudah maju untuk membuat vaksin halal,” tuntasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help