Berita Batola

Tangani Pasien Tumor di Desa Wanaraya, Dinas Kesehatan Batola Panggil Relawan

“Iya sudah kita panggil dua relawan yang selama beberapa waktu terakhir mendampingi pasien tumor dan kanker Anita"

Tangani Pasien Tumor di Desa Wanaraya, Dinas Kesehatan Batola Panggil Relawan
edi nugroho
Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola saat menerima Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Batola M Hatta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Batola akhirnya memanggil relawan yang beberapa waktu terakhir ini mendampingi pemeriksaan pengobatan Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

“Iya sudah kita panggil dua relawan yang selama beberapa waktu terakhir mendampingi pasien tumor dan kanker Anita,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta, Kamis (9/8/18).

Dijelaskan Hatta, dalam pemanggilan dua relawan tersebut, terungkap relawan tak punya dana untuk mengobati pasien tumor Anita. Namun hanya sebatas pelengkap saja atau memberi semangat kepada Anita.

Baca: Indonesia ke Final! Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Malaysia Piala AFF U-16 2018 - Skor 1-0

“Jadi relawan juga menyerahkan pengobatan Anita kepada Pemkab Batola,” jelas Hatta.

Dijelaskan Hatta, Bupati Batola Hj Noormiliyani telah kembali memanggil Kadinkes setempat Sugian Noor, untuk mencek proses perkembangan pengobatan Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

Baca: Cium Pipi, Dahi Sampai Bibir Staf Perempuannya, Ketua Koperasi Ini Terancam 12 Tahun

“Iya Pak Kadinkes Batola Sugian Noor baru saja dipanggil Ibu Batola Hj Noormiliyani. Pak Kadinkes ditanya sejauhmana proses perkembangan pengobatan Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola,” kata ujar Hatta.

Menurut Hatta, selain memanggil Kadinkes, Ibu Bupati juga menelpon langsung kadinkes untuk memastikan pengobatan pasien tumor akan ditanggung daerah.

Sementara itu, Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, menyatakan pada 2002 pihak keluarga pernah berkonsultasi ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin dan dinyatakan dirinya mengidap penyakit tulang keropos. Namun tak menyangka penyakit ini berkembang menjadi kanker.

Baca: BREAKINGNEWS - Kyai Maruf Amin Jadi Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019, Lalu Mahfud MD?

Pada 2007 Anita juga pergi lagi ke rumah sakit di Banjarmasin. Dari pihak rumah sakit menyatakan dinyatakan tangan harus diamputasi. Pada 2017, pihak rumah sakit menyatakan tak berani mengoperasi karena pembuluh darah sudah pecah.

“Saya sempat nggak sadar 10 hari dan drop. Badan terasa panas dan sakit karena tumor ini,” katanya.

Berbagai uluran tangan mengalir ke Anita. Termasuk relawan zakat di Banjarmasin yang akan mengupayakan pengobatan tumor Anita. Dari pihak relawan menyatakan akan membantu mencarikan dana pengobatan tumor tersebut.

“Relawan memberi semangat Anita agar tak patah semangat dan pada 6 Juli saya dibawa relawan ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin. Pihak rumah sakit,, menyatakan tangan harus diamputasi dan baru penyembuhan dalam,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help