Kebakaran Lahan di Tahura Sultan Adam

Titik Api Muncul di Gunung Pematon Tahura Sultan Adam, Pemadam Kesulitan Capai Lokasi Kebakaran

Api bahkan kembali menyentuh kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam yang berada di wilayah Kabupaten Banjar

Titik Api Muncul di Gunung Pematon Tahura Sultan Adam, Pemadam Kesulitan Capai Lokasi Kebakaran
Capture Banjarmasin Post Edis Kamis (9/8/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kebakaran hutan dan lahan yang berada di Kalsel kian meningkat menyusul cuaca panas yang terjadi. Api bahkan kembali menyentuh kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam yang berada di wilayah Kabupaten Banjar.

Informasi terhimpun, si jago merah mengamuk, Selasa (7/8) sore hingga Rabu (8/8) pukul 03.00 dini hari. Bahkan pada Rabu siang api masih terus menyala berlanjut hingga sore di kawasan Gunung Pematon. Luasan Tahura yang terbakar, kemarin diperkirakan mencapai 10 hektare lebih.

Api akhirnya dipadamkan oleh tim gabungan Satgas Karhula, PMI, Manggala Agni, BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Kabupaten Banjar dan petugas Dinas Kehutanan.

Baca: Bocoran Sosok Inisial M Cawapres Jokowi di Pilpres 2019, Cirinya Mengarah pada Tokoh Ini

Baca: Kedatangan Prabowo Ditolak di Kediaman SBY di Kuningan, Elite Demokrat : Jenderal Kardus

Baca: 2 Tokoh Berinisial M Temui Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Muhaimin : Bahas Cawapres

"Ya memang kebakaran di Tahura kemarin itu lebih luas dari sebelumnya. Menjadi meluas karena bidang yang disasar miring, karena itu yang sulit dihadapi oleh Satgas darat. karena itu sudah saatnya Satgas udara juga dipersiapkan," kata Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin, kemarin.

Ditambahkan Danru III Daop Manggala Agni Kabupaten Banjar, Sailillah, timnya mulai beraksi ketika malam untuk memadamkan api. Hingga subuh, akhirnya api bisa dikuasai.

"Kebakarannya itu setelah Magrib sampai Subuh baru bisa dipadamkan," cerita lelaki tersebut.

Ia pun menyampaikan lahan yang terbakar masih berada di kawasan Tahura, tepatnya mengarah wilayah Kiram atas dan kemudian api menjalar ke Pantai Kopi.

Saat memadamkan, tidak banyak kebutuhan air yang digunakan untuk kebakaran tersebut. Dikatakan Sailillah, karena timnya menggunakan cara penanganan kebakaran tipe atas untuk menghemat air.

Baca: Usai Heboh Jenderal Kardus, Hatta Rajasa Dipanggil SBY

Baca: Andi Arief Sebut Ada Mahar 500 M ke PAN & PKS, AHY Terpental dari Bursa Cawapres Prabowo

Baca: Andi Arief: Besar Kemungkinan Demokrat Bakal Tinggalkan Poros Gerindra di Pilpres 2019

Hambatan dialami personel pemadam gabungan saat menuju lokasi. Dalam menaklukan api, personel menggunakan trail karena titik api yang sulit dijangkau. "Akses jalan agak susah dilewati. Mengharuskan anggota untuk dilangsir satu per satu menggunakan kendaraan trail," cerita Sailillah.

Dikatakan Sailillah bahan bakar api yang tinggi dan angin malam yang kencang juga menjadi kendala mereka dalam memadamkan api. Sehingga timnya pun menunggu nyala api rendah kemudian menyisir titik api untuk menghentikan kebakaran.

Ketika dihubungi pada sore menjelang senja, Sailillah berucap api muncul kembali dan menyala di Gunung Pematon.(ell/lis)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak dan ePapar BPost, Kamis (9/8/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help