Berita Kalteng

Dokter Pedalaman Katingan Kesulitan Tangani Pasien Karena Peralatan Minim dan Terisolasi

Tenaga medis yang bertugas di Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, selama ini banyak sekali mengeluh

Dokter Pedalaman Katingan Kesulitan Tangani Pasien Karena Peralatan Minim dan Terisolasi
Istimewa
Pasien Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan saat menghembuskan napas terakhirnya di sungai hantipan, karena terjebak dalam perjalanan menuju RS Murjani Sampit, Kamis (9/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KATINGAN KUALA - Keluhan terkait masalah infrastruktur jalur darat yang menghubungkan Katingan Kuala, Mendawai, Kabupaten Katingan, Kalteng menuju Sampit, Kotim apalagi Kabupaten Katingan yang cukup jauh, tidak hanya diungkapkan warga setempat.

Tenaga medis yang bertugas di Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, selama ini banyak sekali mengeluh terkait masalah peralatan medis yang minim hingga jalur akses jalan menuju rumah sakit terdekat di Sampit yang sulit mencapainya, terutama saat musim kering seperti sekarang.

Baca: Pasien Meninggal Dunia Dalam Perjalanan, Begini Derita Warga Katingan di Musim Kemarau

Jalur sungai Hantipan, yang menghubungkan Katingan Kuala ke Sungai Mentaya Sampit, Kotim Kalteng, hingga, Jumat (10/8/2018) masih kering, sehingga kelotok tak dapat lewat, padahal jalur tersebut paling banyak dipakai warga setempat agar cepat menuju Sampit.

Baca: Dukung Jokowi atau Prabowo, Demokrat Gelar Rapat Majelis Tinggi, Pagi Ini

Dokter Noni yang menangani pasien Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan yang menghembuskan napas terakhirnya di sungai hantipan, karena terisolasi mengungkapkan, kejadian seperti pasiennya tersebut sering terjadi.

"Saat itu, kami Diagnosa almarhum suspec stroke non hemoragic (Stroke). Beliau juga memiliki gejala darah tinggi. Dan harus dirujuk ke Rs. Murjani Sampit", jelas dokter Noni.

Baca: Relawan Kalteng Melihat Sendiri Warga Lombok Panik dan Berlarian saat Gempa Susulan 6,2 SR

Pihaknya juga sudah berupaya membantu melakukan penanganan maksimal, karena keterbatasan alat dan atas permintaan keluarga jadi kita rujuk ke sampit.

"Saat itu, Pasien sudah di pasang infus dan mendapat pendampingan dari perawat Puskesmas Pegatan II," ujarnya.

Dr. Noni menjelaskan untuk kasus seperti ibu itu sebenarnya sudah ada beberapa kasus terjadi di desanya, namun karena penanganan cepat dan akses jalan memadai pada waktu itu menuju sampit, maka pasien bisa ditangani. "Kalo akses jalan bagus, Insya Allah kondisi pasien sebenarnya bisa dilakukan dilakukan penanganan", ujarnya lagi.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help