Berita Kabupaten Banjar

Kini Banyak Sampah, Kalimati Dulu Jadi Tempat Bersandar Kapal dan Perahu

Mengeluarkan bau tidak sedap dan banyak sampah, kalimati di Keluarahan Murung Keraton, Martapura menjadi perhatian

Kini Banyak Sampah, Kalimati Dulu Jadi Tempat Bersandar Kapal dan Perahu
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Plt Dirut PD Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah saat mengangkat sampah dari Kalimati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Mengeluarkan bau tidak sedap dan banyak sampah, kalimati di Keluarahan Murung Keraton, Martapura menjadi perhatian oleh PD Pasar Bauntung Batuah Martapura dan Pihak Kelurahan Murung Keraton, Jumat (10/8/2018).

Sebagaimana diketahui dan dari yang terasa dan terlihat, kondisi Kalimati tampak terbengkalai.

Terlebih air yang tidak mengalir dan tumpukan sampah yang sudah tercampur dengan lumpur pada sungai tersebut.

Baca: Kepada Hotman Paris, Sandiaga Uno Akui Pernah Nganggur Tanpa Rumah Sebelum Miliki 7 Triliun

Namun rupanya Kalimati memiliki sejarah yang penting untuk perkembangan Martapura bagian kota, khususnya pada pasar Martapura saat ini.

Diceritakan oleh Plt Dirut PD Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdianyah dulunya Kalimati menjadi tempat bersandarnya perahu dan kapal-kapal barang yang menyuplai ke pasar di tempat tersebut.

Baca: Datang ke Launching Produk Milik Anak Jokowi, Hotman Paris Bilang Tinggalkan Syahrini

Namun seiring berjalannya waktu dan pasar semakin maju, Kalimati pun tak lagi menjadi lalu lintas transportasi air.

Bahkan Kalimati saat ini sama sekali tidak bisa dilalui kapal. Apalagi kondisi kemarau, air di Kalimati pun buntu dan tidak ada aliran.

Baca: Tanpa Banyak Bicara, Prabowo Sodorkan Dokumen Pencapresan, SBY Langsung Teken

“Kalau menurut cerita orang terdahulu dan dari foto zaman dulu yang saya lihat, di Kalimati itu merupakan pusat bersandarnya kapal, itu awal pasar Martapura,” cerita lelaki tersebut pascamembersihkan kawasan Kalimati yang berada di antara pasar ikan dan permukiman warga di Kelurahan Keraton.

Saat ini Kalimati telah di Siring. Lebar sungai yang awalnya dikatakan Rusdianyah cukup besar kini hanya tinggal tiga meter.

Pada tempat itu pihaknya melakukan pembersihan sepanjang sekitar 200 meter. Serta melakukan penghijauan.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved