Berita Banjarmasin

Kominfo Getol Blokir Konten Pornografi, Pengamat : Mati Satu Tumbuh Lebih Banyak

Meski belum diketahui alat yang digunakan untuk melakukan pemblokiran, ia berharap semoga mesin tersebut bekerja sesuai dengan yang diharapkan.

Kominfo Getol Blokir Konten Pornografi, Pengamat : Mati Satu Tumbuh Lebih Banyak
istimewa
Pengamat Komunikasi UPT TIK Politeknik Negeri Banjarmasin, Arifin Noor Asyikin ST MT

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tepat hari ini, Jumat (10/8/2018) melalui informasi dari situs kominfo.co.id, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan seluruh konten yang mengandung unsur pornografi tidak bisa lagi diakses melalui penyedia layanan internet nasional seiring dengan penerapan mode aman (safe mode) pada mesin pencari.

Dilansir dari situs tersebut, Rudiantara pun menyampaikan Kementrian Kominfo pun perlu melakukan penindakan dari sisi hilir dengan pemblokiran akses ke situs pornografi untuk melindungi anak bangsa.

Baca: Link Live Streaming Perserang vs Persika di Liga 2 2018 via Streaming Youtube Liga1Match

Mengenai pemblokiran situs pornografi tersebut, Pengamat Komunikasi UPT TIK Politeknik Negeri Banjarmasin, Arifin Noor Asyikin mengatakan Kominfo mengadaan mesin sensor dengan nilai pagu sebesar Rp 211 miliar.

Alat itu yang di gunakan dalam memfilter konten sekarang yang menggunakan teknologi crawling. Ia mengatakan itu digunakan sebagai peningkatan sistem pemblokiran konten yang sebelumnya manual jadi lebih otomatis.

Meski belum diketahui alat yang digunakan untuk melakukan pemblokiran, ia berharap semoga mesin tersebut bekerja sesuai dengan yang diharapkan.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming TV One Persela vs PSM Makassar via TVone, Liga 1 2018

Ia pun menjelaskan, dalam menangani situs yang bermuatan pornografi, setahu Arifin, Kominfo menggunakan DNS yang mekanisme pemblokirannya menggunakan tingkatan nama domain. Tetapi belum sampai pada URL (content by content).

Sehingga, hanya konten dengan situs berbasis domain saja yang dapat dilakukan pemblokiran. Makanya masih adanya konten yang masih bisa di akses melalui aplikasi seperti medsos.

"Akan tetapi kalau hanya domain saja ibarat diblokir satu maka akan bertambah lagi domain yang lain," terang Arifin.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar Mitra Kukar vs Persib Bandung Liga 1 2018

Ia mengatakan pertumbuhan akses terhadap konten pornografi juga tidak lepas dari semakin mudah dan terjangkaunya akses internet dan pengguna. Serta semakin murahnya untuk membuat domain terutama yang tidak melampirkan edintitas sebagaimana penggunakan KTP untuk mendaftar nama domain yang baru.

Melalui informasi yang dikirim oleh Arifin kepada Banjarmasinpost.co.id dari situs Kominfo, ia miris akan berita tentang Indonesia yang menjadi pengaskses situs pornografi terbesar ketiga dunia.

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming TV One Persela vs PSM Makassar Liga 1 2018 Via TVone Vidio.com

Ia pun menyarankan seharusnya pemerintah lebih banyak menambahkan ke kurikulum pendidikan dasar dan menengah tentang bahaya pornografi di bandingkan dengan pemblokiran situs. Perbanyak kurikulum dan selektif dalam pengajaran di sekolah

"Kalau sekarang orangtua lebih mau menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah berlatar belakang agama seperti pesantren dan hafis al quran," ucap Arifin.

"Itu artinya orangtua sudah sangat sadar. Karena dengan kemajuan teknologi yang seperti sekarang ini perlu ada filter agar bisa memanfaatkannya ke arah yang lebih baik bukannya sebaliknya," tutup Arifin.

(banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved