Berita Tanahlaut

Lahan Padi Sawah di Tiga Kecamatan Terdampak Penyakit Tungro dan Kekeringan

Tiga kecamatan di Kabupaten Tanahlaut positif pertanian mereka terdampak kekeringan dan serangan hama tanaman tungro.

Lahan Padi Sawah di Tiga Kecamatan Terdampak Penyakit Tungro dan Kekeringan
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Seorang petani di Desa Malukabaulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut, menjemur gabah hasil panen dengan alsintan sambil memisahkan batang dari buah, Jumat (10/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Tiga kecamatan di Kabupaten Tanahlaut positif pertanian mereka terdampak kekeringan dan serangan hama tanaman tungro yang diduga ditularkan wereng hijau.

Itu dikatakan Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut, Basri kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (10/8/2018).

Tiga Kecamatan itu adalah Kecamatan Takisung, Kurau dan Bumimakmur. Cuma dua kecamatan, Kurau dan Bumimakmur yang paling parah.

Baca: Ternyata Kemeja Jokowi Saat Daftar Capres 2019 Dijahit Cuma Semalam, Ini Suka Dukanya

Sedangkan kecamatan Takisung sebagian petaninya menanam sayuran sehingga tidak terlalu berdampak dengan menurunnya produksi pertanian padi sawah.

Baca: Rupanya Ada Voting Antara Jokowi-Makruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Menang Siapa Ya?

Menurut Basri, musibah serangan hama tanaman dan kekeringan itu tak terlalu berdampak, jika petani menjadi peserta asuransi usaha tani padi atau kerap disebut AUTP.

Sejak 2016, AUTP ini disosialisasikan penyuluh pertanian lapangan pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Ini Harta Kekayaan Cawapres Jokowi dan Prabowo, Punya Logam Mulia Rp 1,5 Miliar Lho

Hingga kini belum semua petani atau dibawah 50 persen yang terlibat sebagai peserta AUTP. Alasan tidak ikut peserta AUTP berbagai macam.

"Padahal, kewajiban petani yang terlibat sebagai peserta AUTP hanya membayar premi Rp 36 ribu per hektare per masa tanam. Nyatanya tidak ada yang ikut. Kini setelah lahan padinya terdampak penyakit tungro dan kekeringan, mereka mulai mengajukan pendaftaran kepada para penyuluh pertanian lapangan," kata Basri.

Menurut Basri, manfaat menjadi peserta AUTP memperoleh ganti rugi yang akan digunakan akan sebagai modal usaha tani untuk penanaman berikutnya.

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Indosiar Timnas U-16 Indonesia vs Thailand, Final Piala AFF U-16 2018

"Ganti rugi diberikan kepada peserta AUTP apabila lahan usaha tani padinya dilanda banjir, kekeringan atau serangan organisme pengganggu tanaman yang mengakibatkan kerusakan tanaman padi," katanya.

Daud, satu petani di Desa Malukabaulin, Kecamatan Kurau mengaku tahun lalu ikut menjadi peserta AUTP.

Baca: Lowongan Kerja di PLN Dibuka Mulai 13 Agustus 2018, Begini Cara Mendaftar via Online

Selama ikut AUTP, pertanian padi sawahnya tidak mengalami kebanjiran, kekeringan dan serangan hama penyakit tanaman.

"Beberapa musim tanam ini saya tidak bayar premi asuransinya. Katanya kalau tidak bayar premis Rp 36 ribu itu tidak dapat ganti rugi," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help