Kriminalitas Banjarmasin

Merasa Dirugikan Rp1,4 Miliar, Warga Banjarbaru Laporkan Rekan Bisnis ke Polda

Diduga tak kunjung memenuhi janji membagikan hasil usaha pengadaan tanah urug di Jalan Lingkar Selatan yang telah disepakati

Merasa Dirugikan Rp1,4 Miliar, Warga Banjarbaru Laporkan Rekan  Bisnis ke Polda
istimewa
korban anto (duduk) saat lapor ke Ditkrimum Polda Kalsel didampingi pengacara (andi s) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diduga tak kunjung memenuhi janji membagikan hasil usaha pengadaan tanah urug di Jalan Lingkar Selatan yang telah disepakati bersama, Anton (80) warga Banjarbaru melaporkan seorang perempuan rekan bisnisnya yang juga Direktur CV Triadyaksa berisial ES ke Polda Kalsel, Kamis (9/8) sore.

Pasalnya, selain tak mendapatkan hasil usaha yang telah dijanjikan, lelaki ini juga menderita kerugian Rp1,4 miliar atas modal investasi yang tak kunjung dikembalikan oleh ES yang merupakan warga Landasan Ulin Timur, Banjarbaru.

Mediasi pun telah dicoba dilakukan namun karena ES tak memenuhi janjinya, Anton pun pun melaporkan hal ini ke pihak berwajib,

Baca: Kepada Hotman Paris, Sandiaga Uno Akui Pernah Nganggur Tanpa Rumah Sebelum Miliki 7 Triliun

Ditemani sang pengacara Adi Susanto, pria lanjut usia ini berharap kasus pelaporannya ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Apalagi ia telah melaporkan ES dengan bukti surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/69/VIII/2018/SPKT yang diterima petugas piket Ditreskrimum Polda Kalsel.

Dijelaskan pengacaranya, kronologis terjalinnya investasi tanah uruq ini pada Januari 2017 lalu dimana kliennya dikenalkan oleh seseorang dengan ES Direktur CV Triadyaksa yang berada di Jalan Mahat Kasan Banjarmasin yang bergerak di bidang kontraktor dan pertambangan.

Baca: Datang ke Launching Produk Milik Anak Jokowi, Hotman Paris Bilang Tinggalkan Syahrini

Saat itu ia sedang mencari investor penanaman modal untuk pengadaan tanah urug di Lingkar Selatan.

Korban pun kemudian setuju menamkan modal sebesar Rp1.4 miliar yang diserahkan sebanyak 3 tahap.

Pertama 21 Januari 2017 sebesar Rp500 juta, kemudian 26 Januari 2017 sebesar Rp500 juta dan 7 Pebruari 2017 sebesar Rp400 juta dihadapan notaris Arini Amalia di Jalan Yani.

"Waktu itu korban dijanjikan oleh ES keuntungan setiap bulan Rp60 juta," paparnya .

Baca: Mbah Mijan Tulis 2 Nama Ini Untuk Capres Cawapres Pilpres 2019, Jangan Kaget

Halaman
12
Penulis: Irfani Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved