Berita Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Berencana Bangun Incinerator, Anggaran yang Disiapkan Capai Miliaran Rupiah Lho

Pemerintah Kota Banjarmasin bakal melanjutkan kembali pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah

Pemko Banjarmasin Berencana Bangun Incinerator, Anggaran yang Disiapkan Capai Miliaran Rupiah Lho
BANJARMASINPOST.co.id/hari widodo
Incinerator RSUD Ratu Zalecha. Foto dirilis Kamis (12/4/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pemerintah  Kota Banjarmasin bakal melanjutkan kembali pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah di Jalan RK Ilir Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Selatan, pada tahun depan.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan untuk melanjutkan pembangunan RSUD Sultan Suriansyah sebesar Rp 50 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 mendatang.

Baca: Mbah Mijan Tulis 2 Nama Ini Untuk Capres Cawapres Pilpres 2019, Jangan Kaget

Selain itu, fisik RSUD Sultan Suriansyah, rencanaya anggaran tersebut juga untuk membangun incinerator.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan, syarat mendirikan rumah sakit harus tersedia incinerator. Di Banjarmasin, rumah sakit milik pemerintah hanya RSUD Ulin, Banjarmasin.

Rumah sakit ini juga tak menerima lagi sampah medis dari rumah sakit mana pun. Praktis, Pemerintah Kota Banjarmasin memikirkan cara untuk membuang sampah medis rumah sakit.

Baca: Robby Purba Pamit Tinggalkan Karma ANTV Usai Kabar Roy Kiyoshi Operasi, Sebut Opung dan Keluarga

Di 26 puskesmas se-Banjarmasin juga masih bergantung pada incinerator di RSUD Ulin Banjarmasin.

Rencananya, incinerator bakal dibangun di Tempat Pembuagan Akhir (TPA) Basirih, Banjarmasin Selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Mukhyar, mengatakan pelaksanaan pembangunan incinerator akan menggunakan lahan 5 hektare di TPA Basirih. Dari luas 39,5 hektae dan luas area penimbunan sampah efektif 19,5 hektare.

Baca: Nagita Slavina Sindir Raffi Ahmad saat Ayu Ting Ting Jadi Juri KDI 2018, Senenglah Pasti!

“Sisanya masih ada bisa kami gunakan 5 hektare untuk pembangunan incinerator. Bukan di timbunan sampah itu. Lagi pula TPA kita masih luas kok. Masih bisa bertahan sampai tujuh tahun lagi,” katanya.

Pembangunan incinerator bakal dilaksanakan tahun depan, ia memprediksi anggaran yang diperlukan untuk membangunnya berkisar antara Rp 6 sampai 7 miliar.

“Awalnya mau ikut TPA regional, tapi kami putuskan di TPA Basirih saja membangun,” jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved