Berita Banjarmasin

Sebelum Meet & Greet, Leila S Chudori Dijamu Soto Banjar

Kesan pertama saya, takjub dengan perpustakaan Palnam yang peduli mengadakan acara minat baca dan menulis

Sebelum Meet & Greet, Leila S Chudori Dijamu Soto Banjar
istimewa
Leila Kanan pakai baju hitam 

Novel ini memenangkan Khatulistiwa Award untuk Prosa Terbaik 2013 dan dipuji oleh Publishers Weekly sebagai “ a remarkable book …” dan “it’s an ambitious saga that intertwines narration from various generations and creates a wide-ranging picture of Indonesia.”

World Literature Today memasukkan novel “Pulang” yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “Home” (terjemahan John H.McGlynn, diterbitkan oleh Yayasan Lontar dan oleh Deep Vellum, AS).

Baca: Farid Soufian : Peran Ustadz-Ustadzah Diperlukan untuk Antisipasi Menyebarnya Pornografi

Tahun 2015 World Literature memasukkan “Home” sebagai satu dari 75 Novel Terjemahan yang Diperhatikan (75 Notable Translations of 2015). Novel ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, Belanda, Jerman dan Italia.

Tahun 2017, Leila meluncurkan novel keduanya berjudul “Laut Bercerita” (The Sea Speaks His Name) yang berkisah tentang para aktivis yang diculik pada tahun 1998 dan belum kembali hingga kini, sekaligus kisah para keluarganya yang terus mencari anaknya.

Peluncuran novel ini sekaligus disertai penayangan film pendek “Laut Bercerita” yang disutradarai Pritagita Arianegara dan diproduksi Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Cineria Films, dengan pemain Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved