Berita Tanahlaut

Selama Tujuh Bulan, 190 Hektare Lahan di Tanahlaut Ludes Terbakar

Kepala Desa Gunungraja, Samsiar mengatakan selama kebakaran lahan terjadi di wilayah desanya, sudah sekitar 15 hektare lahan yang terbakar.

Selama Tujuh Bulan, 190 Hektare Lahan di Tanahlaut Ludes Terbakar
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Seorang warga mengabadikan kebakaran lahan di Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut, Jumat (10/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Selama tujuh bulan atau sejak Januari hingga Juli 2018 ini, peristiwa kebakaran lahan mencapai 190 hektare.

Itu dikatakan Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanahlaut, Suriansyah seusai terlibat pemadam kebakaran lahan di Desa Gunungraja, Jumat (10/8/2018).

Menurut Suriansyah, kebakaran lahan di Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang dinilainya tidak besar.

Baca: Roy Kiyoshi Akhirnya Buka Suara Usai Dikabarkan Berseteru dengan Robby Purba, Keluar dari Karma ANTV

"Cuma asap yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan di Gunungraja ini yang mengganggu," katanya.

Kepala Desa Gunungraja, Samsiar mengatakan selama kebakaran lahan terjadi di wilayah desanya, sudah sekitar 15 hektare lahan yang terbakar.

Lahan yang terbakar itu, paling besar merupakan lahan tidur. Sisanya sekitar tiga hektare merupakan lahan pertanian padi warganya di RT 1 dan RT 2 Desa Gunungraja.

Baca: Kapolres Batola: Rekontruksi Hery Sasmita Tertutup Karena Alasan Keamanan

Samsiar berharap Pemerintah Kabupaten Tanahlaut menyediakan satu unit mobil pemadam kebakaran di wilayah Desa Gunungraja karena potensi bahan bakar seperti rumput bundung sangat besar.

Selain itu, Samsiar ingin pemerintah Kabupaten Tanahlaut melibatkan dan melatih warga Desa Gunungraja sebagai relawan masyarakat peduli api untuk mencegah kebakaran lahan kedepannya.

Menyikapi permintaan Kepala Desa Gunungraja, Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Tanahlaut, Bambang Kusudarisman berharap Pemerintah Kecamatan Tambangulang segera merespon keinginan kepala desa Gunungraja.

Baca: Mbah Mijan Tulis 2 Nama Ini Untuk Capres Cawapres Pilpres 2019, Jangan Kaget

Menurut Bambang Kasudarisman, anggota regu pemadam kebakaran lahan siang dan malam berjibaku memadamkan api dengan keterbatasan sarana memang perlu dibantu masyarakat.

"Kedepannya sarana dan fasilitas pendukung pemadam kebakaran lahan kita tambah dan perlu keterlibatan masyarakat sebagai relawan seperti tahun sebelumnya," katanya.

Kepala Pengendali Perubahan Iklim Kehutanan dan Lingkungan Hidup Brigade Manggala Agni Daops Tanahlaut, Dody Ronald Hutapea mengakui potensi kebakaran di wilayah Desa Gunungraja sangat tinggi.

Baca: Ivan Gunawan Kembali Dekati Ayu Ting Ting Usai Dikabarkan Putus dengan Faye Malisorn

Itu karena bahan bakar seperti bundung di lahan tidur sangat banyak, iklim cuaca panas turut mendukung disamping kadar suhu angin yang kencang hingga malam kobaran api membakar lahan masih diupayakan tim gabungan.

"Ini hingga malam anggota Manggala Agni Daops Tanahlaut bersama BPBD Tanahlaut, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanahlaut dan TNI Posramil Tambangulang masih di lokasi belakang SPBU Gunungraja," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved