Berita Kotabaru

Bupati Sayed Mengaku Gerah, Agro Bisnis Sektor Perikanan Tidak Ada Kemajuan

Menurut Sayed, tidak adanya kemajuan agro bisnis khususnya di sektor perikanan salah satu visi dan misi pemerintah

Bupati Sayed Mengaku Gerah, Agro Bisnis Sektor Perikanan Tidak Ada Kemajuan
helriansyah
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar SH 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bupati Kotabaru H Sayed Jafar SH merasa gerah. Lebih kurang tiga tahun kepimpinannya agro bisnis sektor perikanan tidak mengalami kemajuan signifikan, ia pun mengajak semua pihak untuk melakukan perubahan.

Menurut Sayed, tidak adanya kemajuan agro bisnis khususnya di sektor perikanan salah satu visi dan misi pemerintah. Karena tidak dilakukannya pengelolaan hasil laut misal, diantaranya pembuatan tepung ikan dan lainnya.

Padahal pengelolaan potensi sektor perikanan selain visi dan misi yang dapat menyiptakan lapangan kerja baru. Namun inovasi di sektor itu, juga didukung potensi sumber daya alam yang melimpah.

Baca: Robby Purba Dikabarkan Keluar dari Karma ANTV dan Unfollow Roy Kiyoshi karena Masalah ini

"Saya merasa gerah juga sampai sekarang tidak ada kemajuan agro bisnis di sektor perikanan," kata Sayed beberapa hari tadi diacara temu wicara dengan kelompok nelayan.

Baca: Iwan Fals Bikin Voting Jokowi-Maruf (JokMar) vs Prabowo-Sandi (PraSan), Mengejutkan PraSan Melejit

Kegerahan orang nomor satu di Bumi Saijaan, ini Kotabaru sebagai daerah penghasilan ikan. Namun belum berhasil melakukan ivonasi seperti pengolahan produk kemasan berbahan dasar ikan.

Karena selama ini, ikan yang dieksplorasi dari laut lebih banyak dijual keluar dalam kondisi belum diolah.

"Sebagai penghasil ikan kita harus bisa membangun pabrik sebanyak-banyaknya. Agar orang datang dan membeli ke Kotabaru," ujarnya.

Baca: Ustadz Abdul Somad Berbagi Amalan Sunah di Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dikerjakan, Ini Paling Utama

Maka dari itu, Sayed selain mengajak nelayan di wilayah ini melakukan perubahan. Tapi juga menantang inovatif kreatif Dinas Kelautan dan Perikanan upaya mendorong agro bisnis di sektor tersebut.

"Ikon daerah kita ikan, artinya bahwa daerah kita penghasil ikan. Berdirinya ikon itu menggaambarkan bahwa kita mampu berdiri (maju)," jelas Sayed.

Banyak cara bisa dilakukan menggenjot untuk berkembangnya agro bisnis di sektor kelautan perikanan. Misalkan pembuatan pabrik es yang kapasitas produksinya lebih besar untuk pemenuhan kebutuhan nelayan atau mengadakan pabrik pembuatan tepung ikan.

Baca: Terkuak Kisah Kelam Manager Hotel, dari Perilaku Seks Menyimpang Hingga Bakar Hidup-hidup Kekasih

"Jangan cuma jadi penonton terus. Dan, misalkan ada pabrik es, jangan hanya menunggu. Tapi harus menjaja keliling. Sedangkan kalau ada pabrik tepuk ikan nantinya menyerap tenaga kerja," ucap Sayed.

Terkait tidak adanya kemajuan agro bisnis di sektor itu, Sayed menambahkan, ia sudah memanggil dan mempertanyakan langsung kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.

"Saya bilang dimana salahnya sehingga agro bisnis kita di sektor perikanan tidak berubah-berubah. Sedangkan, itu visi misi dan paling diutamakan. Jadi inu tidak main-main," katanya.

Bukti visi dan misi menjadi program skala prioritas, bukan saja diikat dengan aturan dan harus dipertanggung jawabkan. Tetapi dalam hal pembiayaan atau anggaran, program itu selalu didahulukan.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help