Berita Hulu Sungai Tengah

Adzhar Olah Sampah Organik dari Eceng Gondok

Eceng gondok tumbuh liar di sungai dan lahan rawa lebak, di Desa Kambat Kecamatan Pandawan seakan tidak berarti apa-apa bagi warga setempat.

Adzhar Olah Sampah Organik dari Eceng Gondok
istimewa/ HUMAS PEMKAB HST
Proses pengolahan eceng gondok menjadi pupuk organic di Desa Kambat Kecamatan Pandawan HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Eceng gondok tumbuh liar di sungai dan lahan rawa lebak, di Desa Kambat Kecamatan Pandawan seakan tidak berarti apa-apa bagi warga setempat. 

Tanaman gulma ini dipandang sebelah mata, dianggap tidak bermanfaat, alias hanya sampah yang menggangu lingkungan setempat. Namun bagi Adzhar mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM),gulma satu ini justru menarik untuk diteliti.

Baca: Hasil Barito Putera vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2018 - Skor 1-0 Paulo Bawa Unggul Sementara

Terlebih keasaman tanah dan air di sana ideal sebagai tempat tumbuh enceng gondok. Gulma air ini mengadung zat-zat penting yang dapat menyuburkan tanah.  Seperti humat, kalsium, asam sianida dll. 

"Melalui tugas penelitian dari dosen pembimbing Ir Hj Rodinah,  MS dan Dr Ir  Bambang Fredickus MP,  saya ingin membuktikan tanaman ini bisa bermanfaat . Bahkan bisa menjadi berkah,”kata Adzhar.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Ochannel Barito Putera vs Persebaya Liga 1 2018 via O Channel

Eceng gondok, ternyata bisa dijadikan pupuk organik, untuk meningkatkan hasil pertanian. Menurut mahasiwa semester  VIII  ini, selain jauh lebih murah dari pupuk kimia yang harganya mahal, pupuk organik berbahan encenggondok  sangat ramah lingkungan tanah.

Khususnya memperbaiki kualitas kesuburan tanah. Proses pengolahannya pun sederhana.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar Persija Jakarta vs PSMS Medan Liga 1 2018

Setelah dihancurkan dengan mesin atau dicincang sampai halus dengan pisau,  lalu dijemur sampai kadar air tersisa 20 – 30 persen.  

"Selanjutnya setelah pemadatan  di tempat teduh lalu ditaburkan biofungisida dan dekomposer alami dari kotoran hewan sesuai ukuran,  dan diaduk sampai rata.  Setelah ditutup terpal selama dua sampai tiga minggu untuk proses fermentasi, dibolak balik agar lebih merata. Selanjutnya, pupuk pun siap pakai.

Baca: LIVE STREAMING Trans7 MotoGP Austria 2018 - Link Live Streaming Trans 7 Mulai Pukul 17.00 WIB

Plt Bupati HST HA Chairansyah melalui Kabag Humas Ramadhan mengapresiasi atas penelitian yang dilakukan Adzhar.  

Meski hanya penemuan sederhana, menurutnya sangat bermanfaat bagi peningkatan produk pertanian dengan keunggulan murah, aman digunakan, serta alami dan tak merusak strukturtanah.  (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved