Kekeringan di Kalsel

Nasib Petani Tanahlaut, Setelah Sawah Kena Serangan Hama Tungro, Kekeringan datang Mengancam

Di Kabupaten Tanahlaut ancaman kekeringan juga melanda, khususnya di Desa Handil Birayang Atas, Kecamatan Bumimakmur.

Nasib Petani Tanahlaut, Setelah Sawah Kena Serangan Hama Tungro, Kekeringan datang Mengancam
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Di Kabupaten Tanahlaut ancaman kekeringan juga melanda, khususnya di Desa Handil Birayang Atas, Kecamatan Bumimakmur.

Tanaman padi di sawah seluas 250 hektare dipastikan gagal panen.

Kegagalan panen ini karena serangan hama tungro dan kekeringan akibat cuaca panas.

Kepala Desa Handil Birayang Atas, Muhammad Arifin, mengatakan lahan padi miliknya seluas satu hektare terdampak hama tungro dan kekeringan.

Baca: Kalselteng Terancam Krisis Air Bersih, Petani di Tiga Wilayah ini Paling Merasakan Dampaknya

"Biasanya satu borongan menghasilkan padi 10 blek. Panen kali ini hanya satu blek. Satu borongan itu sama dengan 10 x 10 depa. Satu blek itu sekitar 20 kilogram gabah," ujarnya.

Arifin menduga, munculnya hama pengganggu tanaman itu akibat selama dua tahun ini aktivitas pembakaran lahan pertanian tidak dilakukan.

"Ini akibat tidak ada pembakaran, hama tanaman itu berkembang biak di tanah garapan. Sekitar 10 hari benih ditanam langsung merah, kuning dan mati," ujarnya.

Baca: Jessica Iskandar Kagumi Perlakuan Richard Kyle Pada El Barack, Begini Luapan Kekagumannya

Petugas penyuluh pertanian Desa Handil Birayang Atas, Adi Irwansyah, membenarkan lahan pertanian di Desa Handil Birayang Atas mengalami kekeringan, setelah sebelumnya terserang hama tungro.

"Awalnya terserang hama tungro. Tanam kering karena memasuki musim kemarau. Insya Allah kabarnya akan ada bantuan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut berupa benih unggul untuk musim tanam berikutnya," ujarnya.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut, Dhenok Nuniek Aulia, mengatakan seragam hama tungro dan ancaman kekeringan itu berdampak pada produksi tanaman pangan.

Baca: HUT Kemerdekaan, Ini Profil Pengibar Pertama Bendera17 Agustus 1945, Abdul Latief Keturunan Ken Arok

“Informasi dari koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Tanahlaut, dari 11 Kecamatan di Kabupaten Tanahlaut, dua kecamatan yaitu Kurau dan Bumimakmur terindikasi kekeringan dan serangan hama tanaman,” ujarnya.

"Kami sudah melakukan antisipasi terhadap ancaman seragam hama dan kekeringan itu dengan menawarkan asuransi usaha tani padi (AUTP) 2018. Belum 100 persen para petani ikut sebagai peserta," tambahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help