Berita Hulu Sungai Tengah

Pasar Modern Akan Diresmikan Akhir Agustus, Lokasi Penampungan Pedagang Makin Kumuh

Belum difungsikannya Pasar Tradisional Modern, membuat para pedagang masih menempati penampungan sementara di pinggir jalan sekitar pasar.

Pasar Modern Akan Diresmikan Akhir Agustus, Lokasi Penampungan Pedagang Makin Kumuh
banjarmasin post group/ hanani
Lokasi tempat penampungan pedagang di pinggir jalan Pasar Hanyar, Minggu (12/8/2018). Pedagang yang dulunya berjualan di sekitar terminal Kemamat dan Agrobisnis Barabai, masih menempati penampungan yang terlihat kumuh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -  Belum difungsikannya Pasar Tradisional Modern yang dibangun Pemkab Hulu Sungai Tengah, pada 2017 lalu, membuat para pedagang masih menempati penampungan sementara di pinggir jalan sekitar pasar.

Jika dulu penampungan tersebut untuk pedagang buah, sayur serta warung makan, para pedagang  barang lainnya pun berjualan di pinggir jalan. Seperti pedagang sembako dan pencarakenan, serta ayam potong.

Akibatnya, kondisi pasar penampungan yang menempati tepi jalan akses ke padar itupun makin kumuh.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Ochannel Barito Putera vs Persija Liga 1 2018 via O Channel

Pantauan BPost, Minggu (12/8/2018), makin banyak warung-warung dibangun di pinggir jalan tersisa yang belum ditempati. Ada yang menggunakan payung besar, adapula yang pakai tenda dan menaruh meja di bawah tenda.  

Hal tersebut membuat pemandangan  di sekitar tak enak dipandang.

“Apalagi kalau hari Sabtu, kawasan penampungan makin kumuh dan kotor oleh sampah yang berserakan di pinggir jalan. Harusnya, walaupun penampungan tetap saja ada pengawasan dan pembinaan, agar pedagang tetap menjaga kebersihan. Saya sebagai warga yang tiap hari mengujungi pasar merasa prihatin dan merasa tidak nyaman dengan lokasi penampungan pedagang di pasar Barabai sekarang,” kata Windi, pemilik sebuah kafé di Barabai.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar Persija Jakarta vs PSMS Medan Liga 1 2018

Sebelumnya, Plt Bupati HST HA Chairansyah kepada DPRD HST beberapa waktu lalu berjanji, Pasar Modern Murakata, bakal difungsikan Agustus 2018, dan semua pedagang yang berjualan di luar sudah harus masuk ke pasar yang dibangun dengan dana APBD sekitar Rp 38 miliar lebih tersebut.  

Saat dikonfirmasi kembali siang tadi, mengenai pasar tradisional modern yang selesai di bangun, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pasar HST Yuserani kepada banjarmasinpost.co.id mengakui, hingga kini belum 100 persen selesai. 

Baca: LIVE STREAMING Trans7 MotoGP Austria 2018 - Link Live Streaming Trans 7 Mulai Pukul 17.00 WIB

 “Sebenarnya tinggal menyelesaikan pekerjaan membuat drainase luar dan mmebuat petak di dalam bangunan. UNtuk drainase di dalam sudah selesai,”kata Yuserani.

Diapun menargetkan, minggu ke empat Agustus ini, pasar sudah diresmikan dan bisa ditempati para pedagang yang sebelumnya sudah terdata.

Disebutkan, untuk pembuatan petak, dibuat sebanyak 700 petak. Pedagang yang boleh berjualan di pasarmodern tersebut kata Yuserani, sesuai data awal, adalah pedagang sayur, buah, ikan basar grosiran, serta warung makan kecil yang dulu ikut digusur saat pasar dibangun.

Baca: Live Streaming Asian Games 2018 : Timnas U-23 Palestina vs Laos via Live Streaming Vidio.com

“Sedangkan pedagang jenis lain, seperti pencarakenan, sembako, ayam potong, sebut Yuserani harus kembali ke tempat semula. “Khusus pedagang ikan eceran dan pedagang ayan potong kembali ke los ikan dan ayam. Nantinya los ikan jadi satu dengan ayam potong karena lahannya masih ada,”jelasnya.

Diakui, kondisi pasar penampungan saat ini makin kumuh, karena terus bertambahnya pedagang. Termasuk pedagang yang bertoko di dalam kawasan pasar bangunan lama, ikut berjualan di penampungan.

Meski demikian, kata Yuserani, hanya mereka yang terdata yang berhak menempati pasar modern. “Kecuali ada petak masih kosong,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help