Berita Batola

Purun Tikus di Batola Ternyata Dilakukan dengan Sistem Endemik, Ada Didua Kecamatan

Pertumbuhan purun tikus di dua kecamatan ternyata sistem endemik, yakni suatu tumbuhan atau hewan

Purun Tikus di Batola Ternyata Dilakukan dengan Sistem Endemik, Ada Didua Kecamatan
edi nugroho
KABID Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, memperlihatkan hasil kerajinan tisu berbahan purun tikus. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Purun tikus ternyata hanya ada di dua kecamatan di Kabupaten Batola, yakni Kecamatan Belawang dan Kecamatan Wanaraya.

Pertumbuhan purun tikus di dua kecamatan ternyata sistem endemik, yakni suatu tumbuhan atau hewan yang hidup hanya pada daerah itu sendiri dan tidak ada di daerah lain.

“Posisi perajin purun tikus itu hanya di Desa Parimata, Kecamatan Belawang. Kita bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan untuk budidaya purun tikus,” kata Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Minggu (12/8/18).

Baca: Hasil Kualifikasi MotoGP Austria 2018 : Marquez Pole Position, Rossi Hanya Start ke-14

Sebelumnya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batola akan mengembangkan budidaya purun sebanyak 25.000 bibit di lahan pertanian seluas satu hektar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Belawang, Jejangkit dan Tabukan.

Baca: Tragis Nasib Rossi di MotoGP Austria 2018: Tak Lolos Kualifikasi 1 dan Start ke-14

“Ya akan kita kembangkan budidaya purun sebanyak 25.000 bibit di lahan pertanian seluas satu hektar di tiga kecamatan di Batola,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batola, Alfian Noor.

Menurut Alfian, nantinya purun bisa dipanen pada umur pada usia tiga sampai enam bulan.

Purun bisa ditanam dan tumbuh di lahan yang ada air dan rawa. Purun yang akan dibudidayakan ada jenis yakni purun tikus dan purun danau.

Baca: Pukul Penjaga Kubah, Kapolres Batola Sebut Hery Sasmita Punya Hak Ajukan Penangguhan Penahanan

“Langkah pembudiyaaan purun ini mendukung langkah Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola yang akan sedang membina para perajin purun,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Purkan, menyatakan Pemkab Batola terus membuat terobosan untuk mengembangkan varian kerajinan purun tikus di Kecamatan Belawang dan Kecamatan Wanaraya. Salah satunya, kerajian anyaraman tas purun yang dipadu dengan tas kulit.

“Iya, tak hanya varian kerajinan purun tikus seperti tikar, tempat pulpen dan tisu, tapi kita perajin kita tengah mengembangkan tas yang dikombinasi kulit. Tas berbahan purun tikus dan kulit ini hasik kerjasama dengan perajin Pemkab sleman,” ujar Purkan.

Menurut Purkan, tas purun yang dikombinasi dengan kulit ini akan kuat, berkesan mewah dan berkelas. Harganya salah satu kombinasi purun tikus dan kulit ini harganya mencapai Rp300 ribu. . (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help