Yayasan Adaro Bangun Negeri

Tantangan dan Realita Remaja Masa Kini

“Beri Aku 100 Orang Tua, Niscaya Akan Ku Cabut Semeru dari Akarnya. Beri Aku 10 Pemuda, Niscaya Akan Ku Guncangkan Dunia".

Tantangan dan Realita Remaja Masa Kini
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Sejumlah project menggunakan metode yang menyenangkan untuk mengajak remaja menjauhi narkoba 

Kontrol diri yang cenderung lemah membuat kalangan remaja semakin sulit membedakan tingkah laku yang dapat diterima atau yang tidak dapat diterima masyarakat yang akhirnya menyebabkan kalangan remaja terjerumus kepada perilaku menyimpang.

Meski demikian tidak sedikit pula dari remaja Indonesia yang sukses menuai prestasi di kancah internasional. Seperti halnya Shafa Annisa (13), Fakhri Shafly (17) dan Aisha Nadine (13) yang beberapa waktu lalu menyabet tiga juara sekaligus di ajang International Open Memory Championship yang diselenggarakan di Malaysia tahun 2017 silam.

Program Peer Educator Project Competition diikuti puluhan sekolah yang berasal dari kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur
Program Peer Educator Project Competition diikuti puluhan sekolah yang berasal dari kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur (istimewa/yayasan anak bangun negeri)

Atau yang baru-baru ini juara dunia lari seratus meter Muhammad Zohri, pemuda asal Lombok ini berhasil mencatatkan waktu 10,18 detik lebih cepat dari pelari lain dan mengantarkannya memenangi medali emas yang diselenggarakan di Finlandia beberapa waktu lalu.

Remaja Indonesia kini memang tidak dapat dipandang sebelah mata, banyak prestasi telah dicatatkan mulai dari juara perlombaan sains hingga ajang atletik pernah dimenangi. Namun demikian ancaman narkoba dapat sewaktu-waktu memusnahkan aset berharga yang dimiliki oleh Indonesia ini.

Melihat begitu besarnya peran remaja di masa depan, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) menaruh perhatian besar kepada muda-mudi calon penerus bangsa ini.

Serangkaian program dijalankan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan remaja dilingkungannya. Salah satunya dengan menjalankan program penanggulangan narkoba bagi kalangan remaja dan pelajar sekolah menengah untuk mengetahui dan menjauhi ancaman narkoba.

Dengan mengemas program anti narkoba melalui sebuah kompetisi, YABN berupaya mengurangi penyalahgunaan obat-obatan terlarang dengan menjalankan program Peer Educator Project Competition di kalangan pelajar sekolah menegah tingkat atas.

Kompetisis tahunan yang tidak pernah surut antusias pesertanya ini mengedepankan pelajar sebagai elemen pendidik sebaya yang akan mengajarkan dan menghimbau pelajar lain untuk menjauhi perilaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang dengan serangkaian project kreatif.

Sejak tahun 2014 setidaknya sudah ada ribuan pelajar yang penerima manfaat dari pelaksanaan program, dengan harapan akan terbentuk kelompok peer educator yang mampu memotivasi dan mengkampanyekan bahaya narkoba dan HIV AIDS ke remaja usia sekolah di sejumlah wilayah di kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help