Hari Kemerdekaan Indonesia

Kumpulan Kutipan (Quotes) Soekarno untuk Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Cocok di Medsos

Hari Kemerdekaan Indonesia diperingati. Ya, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI akan dilaksanakan

Kumpulan Kutipan (Quotes) Soekarno untuk Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Cocok di Medsos
net
Seokarno 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebentar lagi, Hari Kemerdekaan Indonesia (HUT Kemerdekaan RI) diperingati. Ya, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2018 mendatang.

Ada banyak cara untuk memperingati Hari Kemerdekaan bangsa ini, seperti misalnya mengikuti lomba-lomba yang diadakan di perkampungan atau perumahan. Termasuk memberikan kutipan-kutipan atau quates yang memunculkan jiwa patriotisme.

Nah, Presiden RI Pertama Soekarno memiliki banyak kutipan yang layak dituliskan untuk media sosial untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Kita juga bisa mengenang jasa para pahlawan melalui kutipan-kutipan bersejarah yang dilontarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno.

Baca: Kumpulan Ucapan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2018, Kutipan Soekarno, Soeharto & Jokowi

Baca: Lafadz Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah Idul Adha 2018, Lihat Tanggal dan Keistimewaannya

Kutipan-kutipan ini bisa kembali mengingatkan kita bagaimana perjuangan Soekarno dan menghargai jasa-jasanya.

Tak hanya itu, kutipan-kutipan dari Soekarno ini juga bisa digunakan untuk memeringati Kemerdekaan RI di media sosial.

Baca: Kumpulan Puisi dan Pantun Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2018 Cocok untuk Medsos

Berikut tim TribunWow.com himpun kutipan-kutipan dari Soekarno dari berbagai sumber.

1. “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita”

2. “Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”

3. “Nasionalis yang sedjati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa tjinta akan manusia dan kemanusiaan”
Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1

Halaman
12
Editor: Murhan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help