Berita Kalteng

Penghuni Asrama Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta Kecewa Rencana Rehab Dadakan

Mahasiswa Kalimantan Tengah yang menghuni asrama Kalteng di Jalan Paku Ningratan Yogyakarta, hingga Senin (13/8/2018) merasa resah

Penghuni Asrama Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta Kecewa Rencana Rehab Dadakan
istimewa
Surat resmi dari Pj Sekdaprov Kalteng agar penghuni asrama Mahasiswa Kalteng di Jalan Pakuningratan DIY dikosongkan, karena akan dilakukan rehab. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Mahasiswa Kalimantan Tengah yang menghuni asrama Kalteng di Jalan Paku Ningratan Yogyakarta, hingga Senin (13/8/2018) merasa resah dan kecewa terkait kebijakan pemerintah.

Ini terkait rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang akan melakukan rehab gedung asrama Mahasiswa Kalteng tersebut, namun secara dadakan dengan melayangkan surat, sehingga mahsiswa bingung untuk pindah mencari kos, disaat seperti sekarang.

Ada puluhan mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut, yang hingga hari ini masih menempati asrama, walaupun Pemprov Kalteng sudah melayangkan surat asrama harus kosong, paling lambar, Kamis (16/8/2018) mendatang.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) SCTV Timnas U-23 Indonesia vs Palestina di Sepakbola Asian Games 2018

Ketua Himpunan Mahasiswa Kalteng (HPMKT) di Yogyakarta, Rory, mengakui, ada pemberitahuan terkait pengosongan asrama untuk dilakukan rehab tersebut, namun dia mengaku kecewa dan menyayangkannya.

"Karena, surat pengosongan tersebut datangnya terlambat bikin kami kecewa, tertera di surat pengosongan asrama jatuh pada tanggal 1 kemarin, tetapi kenapa surat tersebut baru disampaikan sekarang," ujarnya.

Baca: Lihat Gaya Denada Nyanyikan Lagu Via Vallen Official Theme Song Asian Games 2018, Banyak yang Kaget

Seharusnya surat tersebut disampaikan jauh-jauh hari dan ada sosialisasi dari pihak pemerintah, sehingga tidak terkesan mendadak."Anak-anak disinikan harus ada dana untuk menyewa kos -kosan, jika pindah dadakan dapat dana dari mana,"ujarnya.

Rory, mengatakan pihaknya sedang mengkaji beberapa kebijakan terkait surat tersebut, dan pihaknya juga melibatkan beberapa orang untuk membantu."Sementara ini,
kami tetap bertahan hingga tanggal 16 mendatang,"ujarnya.

Parahnya lagi sebut dia tembusan surat tersebut langsung ke Satuan Polisi Pamong Praja, sehingga ada kesan pihaknya akan diusir jika tudaj taat dengan jadwal yang ditetapkan." Kami sangat kecewa kepada Pemerintah Kalteng, karena juga melibatkan aparat,"ujarnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri, dalam suratnya menyatakan secara resmi bahwa bangunan tersebut memang akan dilakukan rehab sehingga penghuninya harus mengosongkannya, dengan batas waktu tanggal 16 Agustus 2018 mendatang.

(www. banjarmaainpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved