Jamu kuat tradisional di Banjarmasin

Batu Bara Lesu, Jualan Jamu Pun Ikut lesu, Dulu Sehari Sampai Rp 2 Juta, Kini Cuma Rp 200 Ribu

Menegok gerai jamu lapak seduh ini di sepanjang jalan Pangeran Samudera Banjarmasin tersebut untuk dijumpai banyak dijual malam hari.

Batu Bara Lesu, Jualan Jamu Pun Ikut lesu, Dulu Sehari Sampai Rp 2 Juta, Kini Cuma Rp 200 Ribu
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Stand penjual jamu di Kota Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menegok gerai jamu lapak seduh ini di sepanjang jalan Pangeran Samudera Banjarmasin tersebut untuk dijumpai banyak dijual malam hari.

Rata-rata mereka sudah lama mengaku jualan jamu seduh kuat tersebut. Salah satunya Ibrahim. Ia mengaku sudah hampir 20 tahunan sudah Ibrahim mengaku jualan jamu di Jalan Samudera tersebut sejak lama.

Pria yang sudah punya cucu tersebut menjelaskan bahwa selama 20 tahun bekerja, turun drastis pemasukan yang diterimanya jika dibandingkan 10 tahun belakangan yang konon batu bara masih ramai di Banjarmasin.

Baca: Peracik Jamu Kuat di Jalan Pangeran Samudera ini Tak Mau Pakai Bahan Campuran Kimia karena Hal Ini

"Usaha kalau dulu maju. Sehari paling sedikit Rp 2 juta penghasilan ketika dulu batu bara aktif. Kalau kini sudah sepi, paling sehari Rp 200 ribu. Itupun kadang gak dapat pelanggan yang beli, alias tanpa pemasukan, " sebutnya.

Namun diakuinya, sebagai penjual jamu seduh tersebut tidak menjadi fokus utama sebab ketika siang di rumahnya Ibrahim menjual dan menerimakan masak kambing.

"Ya kebetulan warga kampung arab, jadi sambil jual makanan dan menerimakan masak kambing," sebutnya. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved