Berita Batola

Biaya Operasi Pasien Tumor Batola Capai Ratusan Juta, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Batola memastikan biaya operasi Anita (35), penderita tumor dan kanker ganas capai ratusan juta rupiah

Biaya Operasi Pasien Tumor Batola Capai Ratusan Juta, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan
Banjarmasin Post/edi nugroho
Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Batola memastikan biaya operasi Anita (35), penderita tumor dan kanker ganas di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak mencapai ratusan juta rupiah.

“Kita sudah konsulitasi dan mencari tahu informasi tentang biaya operasi Anita (35), penderita tumor dan kangker ganas di tangan selama 16 tahun ke sejumlah rumah sakit. Ternyata biaya mencapai ratusan juta rupiah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batola, Sugian Noor, Selasa (14/8/18).

Baca: Kader NU Kalsel Mayoritas Dukung Jokowi-Makruf Amin di Pilpres 2019

Dijelaskannya, Puskemas Semangat Dalam, Kecamatan Alalak mengetahui secara persis perkembangan penyakit tumor Anita, bahkan saat ukurannya tumornya masih kecil. Dinas kesehatan juga sudah mengani penyakit Anitu secara berjenjang.

“Berjenjang itu seperti dari dokter umum di puskemas dan dirujuk ke rumah sakit Ansyari Saleh dan RSUD Ulin. Nah, sejak ditangani RSUD Ulin, kita tak lagi perkembangan dari penyakit tumor Anita,” katanya.

Baca: Komnas HAM Penelitian di Banjarmasin, Peneliti : Kalsel Belum Optimal Layani Disabilitas

Dijelaskannya, informasi pasien tumor Anita, juga pernah dilakukan tindakan kemo sampai rencana tindakan operasi. Ada penjelasan dari salah satu rumah sakit, maka salah satu anggota tubuh pasien kanker diamputasi untuk solusinya.

“Dinas kesehatan perlu ada persetujuan dari pasien sebelum mengambil alih pengobatan,” katanya.

Pemkab Batola, sambungnya, juga sudah membawa Anita ke RSUD H. Abdul Aziz kabupaten setempat. Tujuannya, untuk memaksimalkan pengobatan. Kalau Anita berada di rumah, maka akan banyak orang yang berkunjung dan kurang beristirahat.

Baca: Kejari Banjar Siap Eksekusi Terpidana Korupsi KPU Banjar

“Kita ingin memulihkan keadaan umum ibu Anita. Jika nanti memang penanganannya ke rumah sakit dengan fasilitas penanganan yang lebih tinggi itulah namanya prosedur. Kita tak boleh menangani sebuah penyakit itu tanpa prosedur yang jelas,” katanya.

Menurut Sugian, saat ini antara kemauan keluarga pasien dengan dinas kesehatan itu belum satu persepsi. Dinas kesehatan ingin LSM atau relawan atau badan sosial yang mendampingi pasien tumor Anita itu selalu berkoodinasi dengan dinas kesehatan Batola. Relawan diharapkan mendukun penuh langkah Pemkab Batola dan jangan berjalan sendiri-sendiri.

“Bantuan dari dinas kesehatan ada standar operational prosedure (SOP)-nya. Kita tak bisa memberi uang cash kepada pasien tumor,” katanya.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia 2018, Pas Untuk Sosial Media Instagram & Whatsapp

Dinas kesehatan, sambungnya, merencanakan akan menanggung biaya operasi tumor dan kanker Anita itu dengan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Kalau pendanaan operasi diserahkan ke BPJS kesehatan jelas tidak mungkin.

Sementara itu Camat Alalak Haris Isroni, menyatakan kasus Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola merupakan kasus yang cukup lama.

Baca: Penyanyi Citra Skolastika Caleg DPR dari Jabar, Saingannya 9 Artis, Giring Nidji ke Nurul Arifin

“Kasus penyakitnya kategori berat. Jadi penanganan tidak segampang orang mengira. Sekarang kasus penyakit Anita sudah ditangani Dinkes Kabupaten Batola,” katanya.

Menurut Isroni, dari penuturan keluarga, pasien tum pingin langsung dioperasi karena sudah trauma dilakukan pengobatan melalui kemo. Untuk itu, mungkin dinkes Kabupaten Batola untuk bisa berkomunikasi lagi dengan pasien dan keluarganya. 

(banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved