Amalan di Bulan Dzulhijah pada 10 Hari Pertama Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah semisal puasa dan zikir.

Amalan di Bulan Dzulhijah pada 10 Hari Pertama Menurut Nahdlatul Ulama (NU)
AFP PHOTO / MOHAMMED AL-SHAIKH
Umat Islam berkumpul dalam puncak ibadah haji di Padang Arafah dekat Mekkah, 23 September 2015, tepatnya 9 Dzulhijjah pada penanggalan Islam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bulan Dzulhijjah dalam kalender Masehi dimulai pada Senin (13/8/2018).

Pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah semisal puasa dan zikir.

Dzulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan. Dzulhijjah disebut banyak keutamaan karena ada banyak amalan yang disunnahkan pada bulan tersebut.

Tak hanya puasa dan zikir, amalan yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah adalah ibadah haji bagi yang mampu melakukannya, Shalat Idul Adha dan ibadah kurban bagi yang mampu.

Baca: Ini Hukumnya Memotong Bulu dan Kuku Saat Hendak Berkurban di Bulan Dzulhijjah & Hari Raya Idul Adha

Dikutip dari nu.or.id, dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar terkait amalan di bulan Dzulhijah pada 10 hari pertama, berikut penjelasannya :

واعلم أنه يستحب إكثار من الأذكار في هذا العشر زيادة على غيره ويستحب من ذلك في يوم عرفة أكثر من باقى العشر

Artinya, “Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah disbanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunnahkan.”

Dalil anjuran memperbanyak zikir di sepuluh awal Dzulhijjah ini adalah :

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Artinya, “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…..” (Surat Al-An’am ayat ayat 28).

Baca: Selain Ibadah Haji, Amalan-amalan di Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dikerjakan, Ibadah Ini Paling Utama

Selain itu, dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Artinya, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya,” (HR Ahmad).

Berdasarkan penjelasan di atas, dianjurkan memperbanyak zikir pada sepuluh pertama Dzulhijjah. Memperbanyak zikir lebih diutamakan lagi pada hari Arafah, yaitu tanggal sembilan Dzulhijah, apalagi bagi jamaah haji. Di antara zikir yang diperbanyak adalah melafalkan tahlil, takbir, dan tahmid.

(Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved