Opini Publik

Kontestasi Menuju Rumah Banjar (Wakil Rakyat)

Berdasarkan DCS yang telah dipublikasikan oleh KPUD Kalsel maka Pemilu 2019 nanti maka akan diikuti sebanyak 16 Partai Politik sebagai peserta

Kontestasi Menuju Rumah Banjar (Wakil Rakyat)
SERAMBINEWS.COM
pemilu pencoblosan pilkada 

Oleh: GUSTI NURPANSYAH
Koordinator Pusat Forum Peduli Banua (FPB), Sekretaris PW Keluarga Alumni KAMMI Kalsel dan IKA FISIP ULM

BANJARMASINPOST.CO.ID - MENARIK untuk kita cermati dan kritisi bersama dalam kerangka memberikan pendidikan politik dan pencerahan ke publik terkait masalah kekinian yang ramai mendapat sorotan.Apalagi jelang Pemilu 2019 dan memasuki tahun politik, Hal ini penting agar kita tidak terjebak pada pro dan kontra tanpa memahami substansi permasalahannya.

Meski dianggap kontroversial bahkan tak sedikit yang berpendapat cenderung menyalahkan bahwa politik itu identik dengan hal yang kotor sehingga perlu dihindari padahal tidaklah demikian adanya.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa segala aspek kehidupan kita ini sesungguhnya tidaklah bisa lepas dari apa yang namanya poltik. Mulai dari harga kebutuhan pokok sehari-hari, pendidikan kita dan anak-anak, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pertanian, keamanan, masalah olahraga, masalah angkutan baik di perkotaan maupun di pedesaan, soal hiburan sampai masalah urusan pernikahan hingga urusan kematian dan masih banyak lagi hal lainnya yang semua itu tidak bisa dipisahkan dari perihal kebijakan yang tentu saja erat kaitannya dengan masalah politik.

Dan menjadi persoalan kemudian ketika kelirumologi penafsiran tadi menjadi penyebab orang-orang baik dan idealis lantas menjadi enggan untuk terjun ke dunia politik sehingga pada akhirnya malah dikuasai oleh orang-orang yang tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas bahkan aji mumpung saja yang menekuni dunia politik sehingga outputnya pun semakin jauh dari apa yang diharapkan.

Dalam sepekan kedepan sejak kemaren, di media lokal mulai marak terpampang pengumuman yang disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Kalimantan Selatan berupa Daftar Caleg Sementara (DCS) dari berbagai Partai Politik yang akan mengikuti kontestasi pada Pemilu serentak 17 April 2019 yang akan datang. Kenapa dinamakan Pemilu Serentak, karena untuk pertama kalinya pada Pemilu nanti pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden beserta wakil Presiden dipilih secara bersamaan waktunya.

Berbeda dengan Pemilu sebelumnya, pada Pemilu serentak nanti saat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) maka masyarakat yang telah terdaftar sebagai pemilih, setiap orang akan mendapatkan 5 (lima) macam surat suara yang harus dipilih. Yaitu; (1) Memilih Anggota DPRD Kabupaten/Kota; (2) Memilih anggota DPRD Provinsi; (3) Memilih anggota DPR-RI; (4) Memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan terakhir (5) Memilih pasangan capres dan cawapres.

Pemilu di Kalsel
Berdasarkan DCS yang telah dipublikasikan oleh KPUD Kalsel maka Pemilu 2019 nanti maka akan diikuti sebanyak 16 Partai Politik sebagai peserta yang akan berkompetisi, adapun jumlah total calon anggota legislatif yang akan bersaing sebagai wakil rakyat sebanyak 622 orang untuk memperebutkan 55 kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari 7 (Tujuh) Daerah Pemilihan.

Adapun terkait dengan Daftar Pemilih Sementara (DPS), berdasarkan hasil Sidang Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada tanggal 21 Juni 2018 yang lalu maka hasil sinkronisasi data rekapitulasi DPS Pemilu 2019 untuk Provinsi Kalimantan Selatan jumlah TPS sebanyak 13.035 sedangkan jumlah total pemilih sebanyak 2.760.360, dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 1.386.108 dan pemilih perempuan sebanyak 1.374.252.

Perlu diketahui oleh masyarakat umum bahwa Jika mengacu pada Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tahapan, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2017 dan dirubah lagi menjadi PKPU Nomor 5 Tahun 2018 maka Sejak 17 Februari 2018 semua Peserta Pemilu dilarang melakukan kampanye hingga 23 September 2018. Nanti baru diperbolehkan sesuai jadwal Masa Kampanye Pemilu baru akan berlangsung mulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help