Opini Publik

Kontestasi Menuju Rumah Banjar (Wakil Rakyat)

Berdasarkan DCS yang telah dipublikasikan oleh KPUD Kalsel maka Pemilu 2019 nanti maka akan diikuti sebanyak 16 Partai Politik sebagai peserta

Kontestasi Menuju Rumah Banjar (Wakil Rakyat)
SERAMBINEWS.COM
pemilu pencoblosan pilkada 

Fungsi Legislatif
Dalam Perspektif legislatif maka selama ini setidaknya terdapat beberapa permasalahan terkait dengan kewenangan yang dimiliki oleh anggota dewan, perlu dipahami betul terutama oleh para pendatang baru (New Comer) yang akan meraih kursi di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan aturan yang ada, maka tugas dan fungsi anggota legislatif itu setidaknya memiliki 3 (tiga) fungsi, antara lain :

Fungsi Legislasi, yaitu membuat dan mengevaluasi Peraturan Daerah (PERDA) yang terkait dengan keperluan pembangunan kebijakan di daerah, atau membuat Undang –undang kalau legislatif di pusat.

Fungsi Anggaran (budgeting), yaitu menyusun dan mengevaluasi anggaran daerah misalkan terkait dengan Pembahasan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) atau APBN jika di pusat yang disusun setiap tahun anggaran.
Fungsi Pengawasan, yakni melakukan pengawasan terhadap jalannya proses pembangunan termasuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan APBD yang telah dibahas bersama dengan pihak eksekutif.

Ketiga fungsi tersebut merupakan tugas pokok yang harus dijalankan dengan baik oleh seorang anggota legislatif, selain itu juga memperjuangkan aspirasi masyarakat yang berasal dari daerah pemilihan yang diwakilinya. Secara lebih jauh, melakukan agregasi dan artikulasi kepentingan merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijalankan oleh Partai Politik sesuai dengan amanat undang-undang Partai Politik.

Oleh karena itu, Partai Politik harus melakukan seleksi yang baik sebagai proses penyaringan bagi calon anggota legislatif yang didorong untuk mengikuti kontestasi di Pemilu 2019. Sehingga tidak karbitan dan terkesan asal-asalan menempatkan orang sebagai calon anggota legislatif.

Bagaimana dengan eksistensi para wakil rakyat yang sudah ada saat ini, sebagai perwakilan dari hasil Pemilu 2014 yang lalu. Sudahkah mereka menjalankan fungsinya dengan baik ? Apakah sesuai harapan yang disampaikan pada saat janji kampanye Pemilu lalu ? semua kembali pada penilaian masyarakat sebagai pemilih di daerah pemilihan masing-masing.

Incumbent versus New Comer

Dari data yang diperoleh Penulis dan yang telah disampaikan pula oleh KPUD Kalsel maka pada Pemilu 2019 nanti maka akan diikuti kembali oleh sebanyak 33 (tiga puluh tiga) orang Incumbent yang saat ini masih menjabat atau duduk di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan akan bertarung kembali untuk posisi yang sama, sedangkan selebihnya ada 22 orang yang tidak lagi mencalonkan diri di tempat yang sama namun ada yang naik level mencalonkan diri ke DPR pusat dan ada juga malah yang turun ke bawah untuk bersaing di DPRD Kabupaten/Kota, Tentunya dengan berbagai pertimbangan masing-masing.

Jadi, pada Pemilu 2019 yang akan datang akan terjadi kontestasi menuju Rumah Banjar (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan antara 33 orang sebagai incumbent dengan 589 caleg sebagai pendatang baru (New Comer) untuk memperebutkan 55 kursi yang tersedia di Rumah Banjar.

Khusus untuk incumbent yang sedang/sudah menjabat, tentu saja ada catatan tersendiri bagi mereka dimata mayarakat pemilih yang selama ini telah mereka wakili. Proses Evaluasi dan koreksi kinerja mereka selama menjabat, apakah sudah sesuai dengan janji-janji mereka dan Parpol pada saat kampanye Pemilu sebelumnya ?

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved