Berita Batola

Kurangi Angka Stunting Batola, Dinas Kesehatan Minta Bayi Lahir Minimal Panjangnya 48 Cm

UNTUK mengurangi kasus stunting atau tubuh pendek pada balita di Kecamatan Tabungangen dan Kecamatan Lepasan, Kabupaten Batola

Kurangi Angka Stunting Batola, Dinas Kesehatan Minta Bayi Lahir Minimal Panjangnya 48 Cm
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Batola, Sugian Noor 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA - UNTUK mengurangi kasus stunting atau tubuh pendek pada balita di Kecamatan Tabungangen dan Kecamatan Lepasan, Kabupaten Batola cukup mendominasi yakni hingga di atas 20 persen dari balita di kecamatan setempat, maka dinas kesehatan setempat mengeluarkan imbauan kepada masyakarat.

“Masalah stunting itu terkait panjang dan berat badan bayi saat lahir,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Batola, Sugian Noor, Selasa (14/8/18).

Menurutnya, bayi saat lahir diusahakan jangan sampai panjangnya kurang dari 48 cm.

Baca: Daftar Promo Sambut HUT Kemerdekaan Indonesia, Mulai Telkomsel, McDonalds, Burger King Hingga JCO

Kalau bayi lahir panjangnya di bawah 48 cm itu sangat berpotensi ke stunting.

Dengan kondisi stunting, maka pertumbuhan otaknya juga terganggu.

“Nah, satu-satu jalan, kita ikut berat dan panjang badannya untuk selanjutnya dilakukan intervensi medis,” katanya.

Baca: Ketakutan Nissa Sabyan Setelah Grup Sabyan Gambus Naik Daun, Bahkan Nyatakan Siap Introspeksi

Dijelaskannya, kasus stunting tak bisa diperbaiki hilirnya, tapi juga hulunya.

Untuk hulu, yakni perbaikan gizi dan perbaikan ekonomi warga.

Nah, kalau perbaikan ekonomi itu adalah sumber pendapatannya.

“Pola asuh dari keluarga juga diperbaiki," tegas Sugian Noor.

Baca: Cerita Andi Arief Sebelum Cuitan Mahar Rp 500 Miliar, Terungkap Rencana Andi Sebelum Pilpres 2019

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved