Jamu kuat tradisional di Banjarmasin

Penjualan Jamu Kuat di Banjarmasin Terus Dipantau, BPOM Mewanti-wanti Hal Ini

ejauh ini, keberadaan jamu-jamu kuat di Banjarmasin terus dipantau oleh Balai POM Banjarmasin.

Penjualan Jamu Kuat di Banjarmasin Terus Dipantau, BPOM Mewanti-wanti Hal Ini
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Jamu berbagai merek yang didianosa berbahan kimia obat oleh BPOM. 

BANJARMASIN POST.CO.ID-BANJARMASIN - Sejauh ini, keberadaan jamu-jamu kuat di Banjarmasin terus dipantau oleh Balai POM Banjarmasin.

"Kita selalu mengawasinya. Bahkan sebagian sudah dilakukan Proses Hukum/proses Pro Justitia. Kita tindak," kata Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin, H MuhammaD Guntur di hubungi via wa, Selasa (14/8/2018)

Dikatakan dia, jamu kuat yang tidak dibolehkan yakni semua jamu yang tanpa izin Edar dari BPOM baik produksi dari jawa Tengah, maupun Inpor dari China.

"Jamunya mengandung bahan kimia obat modern," kata Muhammad Guntur.

Masih dijelaskan dia bahwa jamu kuat tanpa izin edar Balai POM, Blberisiko terhadap Keseharan, dan berdasarkan hasil riset, penelitian dan kasus-kasus yang selama ini apat menyebabkan ffek terhadap fungsi Ginjal, hepar, pencernaan, dan lain sebagainya.

Baca: Satu Jam Setelah Minum Ramuan Balas Dendam, Rizky Langsung Kebelet

Baca: Ada-ada Saja, Nama Jamu Kok Balas Dendam, Sekali Minum Bisa Langsung Jreng Lho

"Kami menghimbau kepada Selutuh Masyarakat tetap berhati-hati membeli produk Jamu atau obat tradisional. Mohon diperhatikan soal kemasan, label, izin edar, kedaluarsa," imbaunya.

Sejauh ini pihaknya merilis sebanyak 30 macam jenis jamu yang tidak baik dikonsumsi. Di antaranya dari merk Cap Beruang, Urat Madu Black, Antana, Asam Urat Flu Tulang.

"Pada dasarnya bahan utama jamu terbuat dari herbal atau alami. Sedangkan dari jamu-jamu ini mengandung bahan kimia obat (BKO) yang tentu berbahaya karena tidak melewati dan mengantongi izin dari BPOM," jelasnya.

Selain 30 jenis merk jamu yang ramai dijual di pasar, Balai Besar POM di Banjarmasin, juga mengingatkan bahan berbahaya jika dikonsumsi, semisal makanan atau jajanan Sirup mengandung pewarna Rhodamin B, Metanil Yellow, dan Boraks, yang biasanya masih ramai menjadi bahan campuran membuat makanan atau minuman. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved