B Focus Economic

Produsen Jamu Lokal Banyak Gulung Tikar, Salah Satunya Merk ini yang Pernah Terkenal di Era 80-an

Inovasi memang merupakan hal yang sangat vital dalam dunia bisnis yang dinamis serta menjadi modal untuk bisa terus eksis.

Produsen Jamu Lokal Banyak Gulung Tikar, Salah Satunya Merk ini yang Pernah Terkenal di Era 80-an
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Inovasi memang merupakan hal yang sangat vital dalam dunia bisnis yang dinamis serta menjadi modal untuk bisa terus eksis.

Terlebih, industri jamu tradisional sudah melewati masa jayanya.

Dulu di Kalsel, ada sekitar 50 perusahaan produsen jamu tradisional, tapi kini hanya sedikit perusahaan tersebut yang masih bertahan.

Masa depan industri jamu tradisional di Kalsel memang penuh tantangan.

Baca: Ini Syarat-syarat Binatang Sah dan Layak Dijadikan Hewan Kurban Saat Hari Raya Idul Adha 2018

Bahkan salah satu perusahaan jamu Cap Mandau yang terkenal di era 1970 dan 1980-an juga sudah lebih dulu tutup di 2016.

Perusahaan lainnya, Cap Pucuk Sirih juga terancam gulung tikar akibat serbuan produk dari luar.

Baca: Sindiran Deddy Corbuzier Usai Hitam Putih Trans7 Ditegur KPI Terkait Pernikahan Dini di Tapin Kalsel

Jamu Cap Pucuk Sirih mengalami zaman keemasan tahun 2000-an.

Pemasarannya sempat mencakup berbagai wilayah termasuk di Kalimantan, merambah Jakarta, Madura, Surabaya, Solo bahkan Malaysia.

Baca: Tata Cara, Keutamaan dan Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah Menjelang Hari Raya Idul Adha 2018

Produksi dalam sebulan bisa lebih 300 bal, isi satu bal sebanyak 100 kotak dan satu kotak berisi 10 bungkus.

Jumlah karyawan pun dulunya tidak kurang dari 20 orang, kini jauh berkurang.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help