Berita Kotabaru

Sering Dipertanyakan, Proyek Siringlaut Belum Juga Dimulai, Khairian Sedikit Cemas

Memasuki pertengahan agustus pelaksanaan proyek pekerjaan pelat beton, dermaga wisata dan ikon daerah di objek wisata kota Siringlaut

Sering Dipertanyakan, Proyek Siringlaut Belum Juga Dimulai, Khairian Sedikit Cemas
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru Khairian Anshari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Memasuki pertengahan agustus pelaksanaan proyek pekerjaan pelat beton, dermaga wisata dan ikon daerah di objek wisata kota Siringlaut, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru belum juga dimulai.

Menyusul belum dimulainya pelaksanaan pekerjaan dilakukan PT Duta Ekonomi, kontraktor pemenang lelang proyek bernilai miliaran itu pun menyita perhatian publik.

Tidak jarang juga dipertanyakan.

Baca: Bakal Seru Fadli Zon vs Farhat Abbas, Fadli Jubir Prabowo-Sandi, Farhat Wakili Jokowi-Ma’ruf

Seiring terus berjalan waktu hingga batas berakhirnya kontrak kegiatan sekitar pertengahan Desember 2018, sementara sampai sekarang ini belum ada kegiatan fisik.

"Kapan ya dikerjakan. Bagus sekali kalau area Siringlaut jadi tambah luas," celetuk Wahyu Hidayat warga Pulaulaut Utara kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (14/8/2018).

Baca: Ini Teks (Naskah) Asli & Otentik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Memperingati HUT Kemerdekaan RI

Hidayat sangat mengapresiasi rencana kegiatan pelebaran lantai beton, dermaga wisata dan ikon daerah.

Namun, ia sangat berharap proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selesai dikerjakan sesuai waktu.

"Harapan selesai sesuai target," katanya ditemui saat bersantai di kawasan wisata pusat kota tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru Khairian Anshari tidak menepis, terkait belum adanya kegiatan di lokasi proyek.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Akan Dibuka, Ini 5 Aplikasi Latihan Soal Tes CPNS dengan Sistem CAT

Menurut Khairian, saat ini material proyek antara lain seperti tiang pancang, besi dan material penunjang lainnya sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Kotabaru.

"Perkiraan 5 sampai 7 hari sampai ke Kotabaru. Mudah-mudahan tidak terkendala gelombang tinggi," katanya.

Khairian sedikit merasa khawatir, karena tiang pancang dibawa menggunakan kapal cukup banyak atau 513 batang dan 170 ton besi, ditambah material penunjang.

"Setelah sampai Kotabaru tentu langsung proses pekerjaan di lapangan," pungkas Khairian.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved