Berita Tanahlaut

14 Hari Jajaran Polres Tanahlaut Gelar Operasi Anti Narkotika, Ini Hasilnya

Selama 14 hari jajaran Polres Tanahlaut hingga tingkat Polsek melaksanakan operasi Anti Narkotika atau Antik 2018.

14 Hari Jajaran Polres Tanahlaut Gelar Operasi Anti Narkotika, Ini Hasilnya
banjarmasin post group/ mukhtar wahid

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Selama 14 hari jajaran Polres Tanahlaut hingga tingkat Polsek melaksanakan operasi Anti Narkotika atau Antik 2018 sudah berhasil mengamankan 17 tersangka.

Satu tersangka diantaranya adalah perempuan. Ekawati (41) perempuan itu ditangkap karena berdagangan minuman keras. Polisi yang berdinas di Polsek Batibati menerima informasi transaksi narkotika.

Baca: Jadwal Live Trans7 MotoGP Inggris 2018 - Valentino Rossi Masih Percaya Tim Yamaha

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, informasi itu ditindaklanjuti polisi yang menemukan barang bukti peralatan narkotika jenis sabu di rumah Ekawati, Sabtu (4/8/2018) lalu, sekitar pukul 22.00 Wita.

Polisi menemukan pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu seberat 0,04 gram, plastik klip diduga berisi sisa sabu, timbangan digital saat menggeledah rumah Ekawati.

Ekawati, warga Desa Banyuirang RT 5 Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut itu membantah bahwa sisa sabu dalam pipet kaca itu miliknya.

Baca: Cerita Luhut Saat Jokowi Lebih Pilih Mahfud MD Ketimbang Maruf Amin untuk Cawapres di Pilpres 2019

"Itu sabu punya kawan saya," kata kepada para wartawan, Rabu (15/8/2018).

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan menjelaskan operasi Anti Narkotika di Kabupaten Tanahlaut berlangsung sejak 26 Juli hingga 8 Agustus ini.

Hasilnya, ungkap Sentot Adi Dharmawan, 16 kasus narkotika dan obat keras berhasil diungkap Satnarkoba Polres Tanahlaut dan jajaran Polsek dengan tersangka 16 orang lelaki dan satu orang perempuan.

Baca: Live RCTI! Link Live Streaming Persib vs PSKC via RCTI, PSSI TV & Jawapos TV di Piala Indonesia 2018

Barang bukti Narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan sebanyak 3,25 gram, obat keras 58 butir 58 butir dan uang tunai Rp 3.380.000.

Ditanya wilayah peredaran narkotika jenis sabu paling tinggi, Sentot mengatakan 11 Kecamatan di Kabupaten Tanahlaut merata peredaran narkotikanya.

Paling banyak pengungkapan kasus pengedar di wilayah Kecamatan Jorong, Takisung dan Pelaihari. Itu diakui Sentot Adi Dharmawan berbanding lurus dengan kegiatan anggota selama operasi Antik 2018.

Baca: Reaksi Hasto Saat Maruf Amin Disebut Mahfud MD Ancam Jokowi Saat Penentuan Cawapres Pilpres 2019

Sentot meminta peran serta masyarakat di wilayah Kabupaten Tanahlaut dalam mengungkap peredaran narkotika dan obat-obatan. Itu karena dari 17 tersangka hanya sebagai pengedar.

Jaringan pemasok narkotika jenis sabu masih dalam pengembangan jajaran Satresnarkotika Polres Tanahlaut. Sentot menduga jaringan bandar sabu itu masih dari Kota Banjarmasin dan jaringan pemasok sabu dari Kabupaten Tanahbumbu. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help