Pelangsiran Masih Marak di SPBU

Begini Kelakuan Tidak Terpuji Para Pelangsir, yang Bikin Kesal Pengantre Solar Lain

Harian ini mencoba memastikan aktivitas seseorang sedang menyedot dan mengisi solar di tangki siluman atau di dalam bak kayu truk

Begini Kelakuan Tidak Terpuji Para Pelangsir, yang Bikin Kesal Pengantre Solar Lain
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harian ini mencoba memastikan aktivitas seseorang sedang menyedot dan mengisi solar di tangki siluman atau di dalam bak kayu truk, dan, ternyata benar adanya.

Meski sekilas terlihat tidak ada aktivitas, namun setelah mencoba mendekati bak kayu truk itu tampak sayup-sayup cahaya lampu terlihat jelas di belakang truk.

Bentang fisik slang tampak bergerak-gerak seolah sengaja dipindahkan seorang oknum yang berada di dalam bak kayu truk pelansir solar itu secara diam-diam.

Baca: Hj Ani Sering Mendengar dan Melihat Mangkok Bergoyang Sendiri, Ternyata Ini Pertandanya

Anehnya, meski hal itu sudah diketahui beberapa sopir truk yang sedang antre solar, namun mereka memilih menutup mulut.

Sementara ketika slang mesin dispenser sebelah kiri fokus mengisi truk berbak kayu, tindakan tidak terpuji juga ditunjukkan dua mobil diduga pelangsir lainnya.

Mobil berwarna putih dan jenis stasiun wagon warna biru yang semula sudah mengisi bahan bakar solar, malam itu kembali mengantre di bagian depan tanpa mendapatkan ditegur petugas.

Baca: Sandiaga Uno Mengaku Kagumi Ahok Saat Hotman Paris Sebut Cawapres Prabowo Itu Lebih Hebat

Berdasarkan pantauan, slang mesin dispenser SPBU yang semestinya bisa beroperasi dua arah sekaligus melayani pelanggan, namun karena satu di antaranya hanya fokus melayani pengisian solar mobil pelansir (sebelah kiri), sehingga menimbulkan keluhan sejumlah pelanggan umum.

Pasalnya, selain proses antrean memakan waktu lebih panjang, beberapa sopir khawatir tidak mendapatkan solar.

Baca: Lagu Asian Games 2018 oleh Via Vallen Dicover dalam Berbagai Bahasa, Arab, Mandarin Hingga India

Seperti dialami Bahrun, sopir truk asal Banjarmasin yang terpaksa harus pulang dengan wajah kecewa.

Pasalnya, dia sudah mengantre sejak sekitar pukul 20.00 Wita, namun akhirnya tidak kebagian solar karena kata petugas SPBU sudah habis

"Semula saya kira sempat. Tidak tahunya tersisa satu antrean truk di depan saya, ternyata solar sudah habis. Saya sampai sekitar jam 12an cari solar," tuturnya kecewa.

Disinggung adanya kecurangan penyalahgunaan solar oleh sejumlah oknum, Bahrun mengaku tidak mengetahui.

"Memang satu buah truk sempat terlihat lama sekali melakukan pengisian solar di jalur kiri," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved