Berita Balangan

Cakupan Imunisasi MR di Kabupaten Balangan Masih Minim, Dinkes Gencar Sosialisasi

Seperti yang diketahui sebelumnya, pemberian imunisasi MR yang di seluruh Indonesia kecuali pulau Jawa telah dilaksanakan pada bulan Agustus

Cakupan Imunisasi MR di Kabupaten Balangan Masih Minim, Dinkes Gencar Sosialisasi
Isti Rohayanti
Peninjauan imunisasi MR di Ponpes Miftahussibyan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, Bupati Banjar, H Khalillurrahman, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Dr H M Muslim serta dari kementrian kesehatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Ditengah pro dan kontra masalah imunisasi MR petugas kesehatan di Kabupaten Balangan tetap melaksanakan program nasional tersebut.

Seperti yang diketahui sebelumnya, pemberian imunisasi MR yang di seluruh Indonesia kecuali pulau Jawa telah dilaksanakan pada bulan Agustus dengan sasaran anak sekolah yang kurang dari 15 tahun dan akan dilaksanakan bulan September 2018 dengan sasaran diluar anak sekolah yang berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, mendapatkan tanggapan beragam dari lapisan masyarakat mulai dari masalah kehalalannya yang menunggu fatwa MUI dan efek akibat pemberian imunisasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Akhmad Nasa'i mengatakan, akibat kejadian tersebut diakuinya menjadikan program pemerintah dalam mengentaskan penyakit campak dan rubella menjadi tersendat.

Baca: LIVE STREAMING RCTI PSKC Cimahi vs Persib Piala Indonesia 2018 - Link Live Streaming Jawapos TV

Namun, mengingat kegiatan ini adalah program nasional Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan tetap melaksanakan kampanye MR ini.

"Meskipun menghadapi situasi yang demikian, kami tetap melaksanakannya. Namun untuk pelaksanaan tidak ada unsur pemaksaan. Kepada masyarakat yang ingin menundanya, kami persilahkan untuk menundanya,” ungkapnya.

Baca: Berlaku Hanya Hari Ini! Begini Cara Dapat Kuota 25 GB Telkomsel dengan hanya Rp 90 Ribu

Dikatakannya, pedoman yang menjadi pegangan untuk tetap melaksanaan kampanye MR ini diantaranya adalah Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/444/2018 tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR Fase 2 yang menyatakan bahwa pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis.

“Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa Imunisasi MR tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Selanjutnya bagi masyarakat juga dipersilahkan untuk menunda pemberian Imunisasi MR menunggu terbitnya Fatwa MUI,” urainya.

Baca: Kronologi Rencana Penetapan Mahfud MD Cawapres Jokowi hingga Batal, Terungkap Ada Bikin Tersinggung

Baca: Nissa Sabyan Pernah Dibayar Ucapan Terima Kasih, Kini Tarif Sabyan Gambus Capai Puluhan Juta

Dijelaskannya, berdasarkan surat edaran tersebut bagi masyarakat yang dengan alasan mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar’i dipersilahkan untuk menunda pemberian Imunisasi MR dan akan diberikan pada kesempatan berikutnya sampai akhir bulan september 2018 yang diperkirakan saat itu telah terbit fatwa MUI.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Siti Raudah menambahkan bahwa memang benar pelaksanaan imunisasi terus dilaksanakan, namun tentu saja sebelum dilaksanakan pemberian ini Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan terus melaksanakan sosialisasi tentang kampanye Imunisasi MR untuk menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.

“Sampai dengan sekarang ini, cakupan pelaksanaan Imunisasi MR di Kabupaten Balangan masih dalam kisaran 7,23% dari total sasaran 36.592,” ungkapnya.

Diakuinya, apabila dibandingkan dengan total 13 buah kabupaten/Kota di provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Balangan berada pada posisi terendah cakupan Kampanye imunisasi MR sampai dengan sekarang ini.

“Sampai dengan kemaren, dari 12 Puskesmas yang ada di kabupaten Balangan, masih ada 4 Puskesmas yang belum bisa melaksanakan Kampanye imunisasi MR. Ke-4 puskesmas tersebut adalah Puskesmas Batumandi, Lokbatu, Awayan, dan Puskesmas Uren,” ujarnya.

Disampaikannya pula bahwa bagaimanapun itu masyarakat harus tetap memahami bahwa pada dasarnya Kampanye imunisasi MR ini merupakan pelaksanaan kewajiwan pemerintah bersama masyarakat yang bertujuan untuk melindungi anak-anak dari bahaya penyakit campak dan rubell, dengan mempertimbangkan dampak penyakit ini pada generasi penerus bangsa apabila tidak dilakukan vaksinasi MR.(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved