Ekonomi dan Bisnis

Graving Dock Banjar II Ditarget Selesai 210 Hari Kerja

Ditandai dengan acara Groundbreaking yang digelar Rabu (15/8/2018), proyek Pekerjaan Sipil Pembangungan Graving Dok Banjar

Graving Dock Banjar II Ditarget Selesai 210 Hari Kerja
banjarmasinpost.co.id/acm
Direktur Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Wahyu Suparyono bersama Komisaris Utama dan Jajaran Manajemen PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari saat proses Groundbreaking Graving Dock Banjar II 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ditandai dengan acara Groundbreaking yang digelar Rabu (15/8/2018), proyek Pekerjaan Sipil Pembangungan Graving Dok Banjar II dan Airbag System di Area Shipyard Banjarmasin ditargetkan selesai dalam waktu 210 hari.

Dengan kapasitas produksi hingga 60.000 deadweight tonnage (DWT), panjang 130 meter, lebar 35 meter dan kedalaman 5,1 meter, Graving Dock Banjar II merupakan satu-satunya fasilitas Graving Dock milik BUMN di Kalimantan.

Baca: Penyebab Penyakit Langka Ayah Alice Norin, Dia Pun Harus Lakukan Ini demi Kesembuhannya

Dengan perubahan ini, Graving Dock Banjar II akan bisa melayani pemeliharaan dan perawatan kapal-kapal tugboat berukuran lebih besar, kapal tongkang berukuran hingga 400 feet dan kapal penumpang hingga yang berkapasitas 1000 bahkan 2000 penumpang.

Komisaris Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Laksamana Madya Purnawirawan TNI AL, Desi Albert Mamahit optimis fasilitas ini akan menunjang industri maritim di Kalimantan dan sekitarnya.

Baca: Lomba Makan Kerupuk Saat Perayaan HUT RI ke 73. Ternyata Ini Sejarahnya

"Fasilitas ini tentu akan perlancar aktivitas perkapalan yang sibuk di daerah ini, apalagi dengan bergeliatnya kembali industri pertambangan di sini," kata Desi.

Ia menilai Graving Dock Banjar II cukup strategis sehingga kapal-kapal tidak lagi perlu jauh-jauh ke Surabaya atau Batam untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan.

Baca: Kebohongan Ludwig Franz Dibongkar Ayah Jessica Iskandar : Dia Itu Enggak Mau Namain Ludwig

Karena miliki fasilitas dan kapasitas yang mumpuni, Desi optimis pelayanan kepada para stakeholder bisa lebih baik dan tak kalah dibanding penyedia layanan sejenis dengan harga yang juga tetap kompetitif.

Menggunakan alokasi Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN-P Tahun Anggaran 2015, proyek ini menyerap sebesar Rp 18,8 miliar dilakukan oleh pemenang tender proyek PT Lidy's Artha Borneo yang merupakan perusahaan swasta lokal.

Direktur Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Wahyu Suparyono, memastikan proses tender yang dilakukan sangat terbuka, transparan dan kompetitif.

Hal ini menurutnya menjadi perhatian khusus Manajemen PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari mengusung semangat good corporate governance (GCG).

"Kontraktor diharapkan bisa mengerjakan proyek dengan baik setelah menerima surat perintah pengerjaan mulai hari ini dan pengawas lapangan juga jangan segan arahkan jika ada ketidaksesuaian," kaya Wahyu.

Tak hanya bekerjasama dengan kontraktor lokal, Proyek Pekerjaan Sipil Pembangunan Graving Dock Banjar II ini juga libatkan Perguruan Tinggi lokal di Kalsel.

Dimana Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat juga berperan besar dalam proyek sebagai Konsultan Perencana.

Selain Komisaris dan Direktur Utama PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, seremonial Groundbreaking juga dihadiri Direktur Komersial sekaligus penanggung jawab dana PMN, Albertus Pattaru, General Manager Shipyard Banjarmasin, Rudi Patmo dan jajaran serta para rekan stakeholder PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help