Home »

Bisnis

» Makro

Ekonomi dan Bisnis

Potensi Krisis Turki Ancam IHSG, Begini Saran Analis Kota Banjarmasin

IHSG yang baru saja membaik beberapa hari belakangan bertahan di atas level 6.000 kembali melemah 215 poin atau 3,55 persen

Potensi Krisis Turki Ancam IHSG, Begini Saran Analis Kota Banjarmasin
Achmad Maudhody
Branch Manager Phillip Sekuritas Indonesia Banjarmasin, Yuni Sasmita tunjukkan pergerakan IHSG pasca efek resiko krisis ekonomi Turki 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ancaman krisis ekonomi yang terjadi di Turki dengan indikasi tumbangnya mata uang Negara Dua Benua tersebut seret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar obligasi di Indonesia melemah sejak Senin (13/8).

IHSG yang baru saja membaik beberapa hari belakangan bertahan di atas level 6.000 kembali melemah 215 poin atau 3,55 persen ditutup di level 5.861 pada Senin (13/8/2018).

Tren tersebut berlanjut dirasakan dengan kembali melemahnya indeks komposit nasional ke level 5.850 pada pembukaan pasar Selasa (14/8/2018) dan akhirnya kembali merosot 1,56 persen ke level 5.769 di penutupan bursa.

Baca: Ekonomi Ini Prediksi Rupiah Bakal Terkena Imbas Anjloknya Mata Uang Turki Lira

Baca: Live JTV! Live Streaming PSKC Cimahi vs Persib Bandung Piala Indonesia via Streaming JawaPos TV

Baca: Berlaku Hanya Hari Ini! Begini Cara Dapat Kuota 25 GB Telkomsel dengan hanya Rp 90 Ribu

Dijelaskan Branch Manager BNI Sekuritas Banjarmasin, Yuni Sasmita, dampak yang dirasakan IHSG dan obligasi di Indonesia sebenarnya bukan merupakan dampak ekonomi langsung, melainkan tren sikap investor asing yang alami kepanikan.

Kepanikan investor asing dengan pola penarikan modal di berbagai instrumen investasi dari negara-negara berkembang akibat krisis di Turki yang sebabkan pelemahan ini terjadi.

"Sejak kemarin terjadi net sell asing terus menerus," kata Yuni.

Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Senin (13/8) investor asing sudah catatkan penjualan bersih total Rp 49,41 triliun secara year to date.

Menurut Yuni, hal ini semakin menambah tekanan terhadap Indonesia yang dimana nilai tukar Rupiah juga saat ini masih terus melemah akibat keperkasaan Dolar Amerika.

Yuni menyarankan investor lokal untuk berhati-hati menyikapi sikap para investor asing ini dengan memilih investasi jangka pendek.

"Berhati-hati, kalau mau trading pakai konsep hit and run dulu untuk jangka pendek," kata Yuni.

Menurutnya, kesempatan investor untuk mendapatkan keuntungan pada momen ini melalui saham-saham sektor pertambangan batu bara yang diuntungkan dengan penguatan Dolar.

Selain itu, Ia juga ingatkan investor untuk perhatikan saham-saham yang telah merosot jauh dan berpotensi alami teknikal rebound kembali ke nilai yang sesuai. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help