Terserang Meningitis Setelah Berenang di Laut, Gadis Kecil ini Kehilangan Kaki Kirinya

Berenang di laut saat cuaca panas adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan dan menyegarkan.

Terserang Meningitis Setelah Berenang di Laut, Gadis Kecil ini Kehilangan Kaki Kirinya
intisari online
Brogan menghadapi operasinya dengan tersenyum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berenang di laut saat cuaca panas adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan dan menyegarkan.

Namun, hendaknya anda menyadari benar apakah air laut itu bersih dan aman.

Jangan sampai anda mengalami hal yang menyedihkan seperti Brogan Lei Partridge.

Bocah perempuan berusia 9 tahun itu terpaksa menjalani amputasi kakinya.

Hal itu terjadi setelah ia terkena meningitis misterius parah yang ‘disebabkan berenang di laut’.

Baca: Kronologi Rencana Penetapan Mahfud MD Cawapres Jokowi hingga Batal, Terungkap Ada Bikin Tersinggung

Baca: Cerita Luhut Saat Jokowi Lebih Pilih Mahfud MD Ketimbang Maruf Amin untuk Cawapres di Pilpres 2019

Diceritakan, orangtua Brogan, Aimee (27 tahun) dan Craig (31 tahun) menikah pad Juni 2016.

Usai pesta pernikahan mereka pergi berbulan madu ke Cornwall dengan mengajak putrinya.

Selama liburan beberapa hari itu Brogan mulai muntah-muntah dan disangka mengalami infeksi.

Namun, sepulang dari liburan dan kembali ke rumah mereka di Bartley Green di Birmingham, Brogan merasa tidak sehat.

Baca: Ulang Tahun yang Ke-3, Raffi Ahmad Posting Video Rafathar dari Bayi Sampai Sekarang

Orangtuanya langsung membawa Brogran ke dokter karena menyadari ada sesuatu yang tidak benar.

Tidak berapa lama, kedua kaki anak sekolah dasar itu timbul ruam yang mengerikan.

Dokter mendiagnosa Brogran terkena meningococcal meningitis dan septicaemia.

Keluarga muda itu mendapat kabar buruk bahwa putrinya harus menjalani amputasi pada kaki kirinya.

Pasalnya, kondisi kaki itu mengalami kerusakan parah.

Baca: Hari Kemerdekaan Indonesia, Tak Hanya Indonesia, 3 Negara ini juga Memiliki Bendera Merah Putih

Kini, setelah dua tahan menjalani lusinan operasi untuk menyelamatkan kaki kanannya, amputasi itu berjalan baik.

Anak perempuan itu tetap tersenyum saat menjalaninya meskipun merasakan sakit luar biasa saat itu.

“Selama sepekan itu kami bolak-balik ke laut, di awal kami menduga itu tanda-tanda awal dari meningitis adalah mata merah atau konjungtivitis disebabkan berenang di laut,” cerita Aimee.

Ia menambahkan, sangat mematahkan hati untuk mengatakan bahwa Brogan harus menjalani amputasi pertamanya.

Dokter memperkirakan kaki kanannya masih bisa diselamatkan, tapi kaki kirinya harus segera diamputasi.

Brogan sempat menangis semalaman karena kesakitan.

Ia hanya bilang dirinya ingin menjadi normal dan bermain bersama teman-temannya di sekolah seperti yang lainnya.

Meskipun menderita, putrinya tetap memperlihatkan keberanian besar menjalani hari-harinya.

Sementara ia dihadapi kemungkinan ia menjalani hidup tanpa punya kaki.

Sebagai orangtua, Aimee dan Craig juga menyiapkan putrinya hidup tanpa kaki dan menyiapkan kursi roda yang dibutuhkan.

Kursi roda itu sangat mahal tetapi mereka ingin yang terbaik bagi putrinya.

“Dia sangat berani dan selalu mencoba yang terbaik dan menjadi realistis,” kata Aimee.

Dilansir dari StoryTrender, pekan lalu, Brogan tidak menyukai pengobatan tetapi ia tahu itu adalah demi kebaikan dan menjalani semuanya.

Ia masih punya harapan di tahun-tahun mendatangnya.

Saat dirawat di rumah sakit, Brogan berkata: “Aku bosan karena aku tidak dapat bergerak semestinya, tetapi semua dokternya menyenangkan dan aku tidak sabar untuk mencoba kursi roda.”

Dilansir dari rarediseasis.org, Meningococcal meningitis adalah satu dari tiga jenis meningitis, yang disebabkan oleh bakteri tertentu, yang dikenal sebagai Neisseria meningitides.

Masa inkubasi meningitis jenis ini berlansung selama 3-4 hari, atau lebih cepat dibandingkan jenis bakteri meningitis lainnya.

Karakteristik meningitis adalah peradangan pada selaput (meninges) di sekitar otak atau urat saraf tulang belakang.

Peradangan ini bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau bertahap (subakut).

Gejalanya termasuk demam, sakit kepala, leher kaku, dan terkadang otot sakit, juga mual serta muntah juga.

Setengah dari penderita meningococcal meningitis juga mengalami ruam pada kaki, tangan, atau bagian tubuh lainnya.

Meningitis termasuk penyakit dengan tingkat kematian tinggi, terutama pada balita dan anak-anak.

Sementara menurut meningitis.org.nz, bakteri meningitis juga bisa terdapat dalam air, terutama saat suhu udara mencapai di atas 30 derajat Celcius.

Artikel ini sudah tayang di intisari.grid.id berjudul Ternyata Berenang di Laut Bisa Sangat Berbahaya, Kaki Bocah Ini Sampai Harus Diamputasi

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved