Banjarmasin Darurat Limbah Medis

26 Puskemas , 23 Pustu dan 26 Pusling Masih Andalkan Incinerator RSUD Ulin Musnahkan Limbah Medis

Ibnu Sina berencana bangun incinerator sendiri di TPA Basirih, bersamaan pembangunan lanjutan RSUD Sultan Suriansyah.

26 Puskemas , 23 Pustu dan 26 Pusling Masih Andalkan Incinerator RSUD Ulin Musnahkan Limbah Medis
Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (16/8/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebanyak 26 puskesmas di Kota Banjarmasin, terdiri dari 25 puskesmas tanpa RRI (Ruang Rawat Inap) dan satu puskesmas dengan RRI, serta 32 puskesmas pembantu dan 26 puskesmas keliling masih mengandalkan incinerator RSUD Ulin untuk pembuangan limbah medis.

Pembuangan limbah medis di Kota Banjarmasin kerap jadi pembahasan. Maklum, di ibu kota provinsi Kalsel ini banyak rumah sakit, puskesmas, dan klinik.

Sementara yang memiliki incinerator milik pemerintah hanya ada dua yakni RSUD Ulin dan RS M Anshari Saleh (MAS). Beberapa RS swasta pun mengandalkan incinerator di dua rumah sakit tersebut. Inilah yang membuat Banjarmasin darurat sampah medis, lantaran kedua rumah sakit tersebut tidak bisa menerima limbah medis dari luar lantaran harus memiliki izin.

Ibnu Sina, Wali Kota Banjarmasin berencana membangun incinerator sendiri di TPA Basirih, bersamaan pembangunan lanjutan RSUD Sultan Suriansyah.

Baca: RS Anshari Saleh Masih Tunggu Izin LHK agar Bisa Musnahkan Limbah Medis dari Luar

Baca: Wali Kota Ibnu Sina akan Bangun Incinerator di TPA Basirih untuk Atasi Limbah Medis

“Kita rencanakan incinerator dibangun di tempat pembuagan akhir (TPA) Basirih,” ungkap Ibnu kepada BPost, Rabu (15/8/2018)

Karena pembangunannya di TPA Basirih, sebut dia, anggaran pelaksananya ada di Dinas Lingkungan Hidup. Hal ini mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah.

“Jadi nanti bukan urusan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Urusan incinerator itu dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin,” jelasnya. (wie)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (16/8/2018) atau ePaper Bpost

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help