Berita Banjar

Banyak Limbah Padi di Keliling Benteng Ilir Ini yang Dilakukan Mahasiswa FMIPA

Mahasiswa FMIPA ULM memberdayakan gayang atau pohon padi yang sudah mengering untuk dijadikan pupuk.

Banyak Limbah Padi di Keliling Benteng Ilir Ini yang Dilakukan Mahasiswa FMIPA
istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Melihat banyaknya limbah organik sisa padi yang sudah mengering di Desa Keliling Benteng Ilir Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, mahasiswa FMIPA ULM memberdayakan gayang atau pohon padi yang sudah mengering untuk dijadikan pupuk.

Limbah padi diolah dan dibusukkan sehingga bisa dijadikan bahan untuk pupuk organik.

Ketua BEM FMIPA ULM, Rollah Muhammad Arasy Hasan saat ditemui di kampusnya, Kamis (16/08) mengatakan pupuk organik dibuat karena melimpahnya limbah padi di Desa Keliling Banteng.

Baca: Hasil Undian (Drawing) Bulutangkis Asian Games 2018, Tim Putra Indonesia Langsung ke Babak Kedua

"Kalau tidak dimanfaatkan sayang sekali hanya jadi sampah dan menjadi pengganggu karena petani bingung membuang limbahnya," terangnya.

Selain membuat pupuk organik, mahasiswa yang datang ke Desa Keliling Benteng Ilir dalam rangka Desa Morfosa tersebut juga mengajarkan warga membuat pestisida organik dengan bahan yang mudah dicari.

Dengan bahan rempah-rempah dapur misalnya jahe, kencur dan temulawak pesrisida diracik dan dibuat bersama masyarakat.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) MNC TV Timnas U-16 Indonesia di Piala AFC U-16 2018

"Kami ingin masyarakat bisa membuat sendiri pestisida jika tidak ada uang untuk membeli, dan bahannya ini murah, selain itu dengan pestisida organik tanaman yang diberi pestisida aman dikonsumi masyarakat," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari hingga 12 Agustus tersebut mengharuskan mahasiswa mengikuti program Live In yaitu tinggal dan menginap serta mengikuti cara atau rutinitas sehari-hari masyarakat desa.

Baca: Batubara Lesu, THM Ikut Mati, yang Bertahan Cuma Ini, Pemko Banjarmasin Pun Turunkan Target PAD

Selain pembuatan pupuk dan pestisida organik kali itu juga diadakan sosialisasi Pemasaran dan Prospek Kewirausahaan dengan topik utama Pembudidayaan Jamur. Dilaksanakan demo mengenai cara budidaya yang baik serta proses pembuatan produk jamur hingga pengemasan akhir. Selain itu juga ada Sosialisasi Bahaya Narkoba di SDN Keliling Benteng Ilir dan pembelajaran cara membuat susu kedelai.

"Kegiatan Desa Morfosa ini kami harapkan mampu menjadi ajang untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa, sebagai media pembelajaran mengenai permasalahan masyarakat pedesaan, mampu meningkatkan motivasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan dalam perekonomian, serta mengenalkan Universitas Lambung Mangkurat pada umumnya, dan Fakultas MIPA pada khususnya,"jelas Rollah.

Baca: Kumpulan Kata-kata Selamat HUT RI ke-73 untuk Ucapan di Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018

Sementara Kadis Keliling Benteng Ilir, Salman mengatakan senang dengan adanya kunjungan dan pembinaan yang dilakukan mahasiswa tersebut. Ia berharap tak hanya dari BEM FMIPA ULM namun nantinua juga akan ada mahasiswa lain yang juga melakukan pembinaan di desanya.

Pembinaan pertanian dan perkebunan terang Salman sangat membantu. Terlebih masyarakat Desa Keliling Benteng Ilir yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dengan komoditas utama hasil tani berupa padi dan sayur-sayuran.

(banjarmasinpost.co.id /milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved