Pilpres 2019

Diminta Segera Move On oleh PKS di Pilpres 2019, Demokrat : Jangan Bicara Sembarangan

Saling sindir antara internal partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, kembali terjadi.

Diminta Segera Move On oleh PKS di Pilpres 2019, Demokrat : Jangan Bicara Sembarangan
TRIBUNNEWS.COM/ILHAM RIAN PRATAMA
Kadiv Humas dan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saling sindir antara internal partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, kembali terjadi.

Jika sebelumnya Demokrat mengucap Jenderal Kardus ke Gerindra, PKS dan PAN, kini giliran PKS yang menyoroti Demokrat.

Anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring mengimbau Partai Demokrat‎ agar tidak berlarut dalam kekecewaannya, setelah Prabowo Subianto menentukan cawapresnya Sandiaga Uno.

Baca: Deretan Ucapan Selamat HUT Kemerdekaan (HUT ke 73 RI) 17 Agustus 2018 dalam Bahasa Inggris

Tifatul menjelaskan, PKS sebenarnya kecewa dengan pilihan cawapres diputuskan nama Sandiaga bukan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri yang merupakan rekomendasi dari ijtima ulama.

"PKS pun kalau soal kecewa, ya sebenarnya kecewa enggak diangkat jadi cawapres (Salim Segaf). Mungkin perlu move on (Demokrat) saja kali ya beberapa hari ini, memang kecewa putus cinta itu biasa, tapi luar biasa move on," ujar Tifatul di gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Menurut Tifatul, partai koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga berupaya solid satu dengan lainnya dan setiap rapat selalu mengundang partai-partai pendukung, termasuk Demokrat.

Baca: Wartawan Atau Jurnalis Harus Mundur Jika Daftar Caleg di Pileg 2019, Ini Kata Ketua Dewan Pers

‎"Enggak ada tegang (antarpartai). Biasa-biasa saja, ada yang baper, ada yang enggak. Begini, kalau takut diamuk ombak jangan berumah di tepi pantai, kalau takut jantung bergolak jangan masuk ke dalam partai," tutur Tifatu

Adanya komentar dari kader PKS itu rupanya mengundang reaksi dari Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Dia menegaskan, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu secara lembaga sikapnya jelas, mendukung pasangan Prabowo-Sandi secara all out.

Baca: Ini Naskah (Teks) Pembukaan UUD 1945, Sambut Hari Kemerdekaan (HUT RI ke 73) 17 Agustus 2018

"Saya rasa pernyataan Tifatul ini salah kamar dan salah alamat. Saya tidak mengerti mengapa tifatul bisa berkomentar seperti ini," ujar Ferdinand kepada Tribunnews.com, Kamis (16/8/2018).

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help