Berita Tanahlaut

Karena Kehadiran Dewan Tak Kuorum, KUA-PPAS 2019 Kabupaten Tanahlaut Dibahas di Banjarmasin

Pembahasan rancangan Kebijakan Umum (KUA)-Anggaran dan PPAS tahun anggaran 2019 dibahas dewan di Kota Banjarmasin.

Karena Kehadiran Dewan Tak Kuorum, KUA-PPAS 2019 Kabupaten Tanahlaut Dibahas di Banjarmasin
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Sekretaris DPRD (Sekwan) Tanahlaut, H Ahmad Taufik 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pembahasan rancangan Kebijakan Umum (KUA) - Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2019 dibahas dewan di Kota Banjarmasin.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, lokasi pembahasan KUA-PPAS itu di satu hotel di Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin.

Pembahasan KUA-PPAS itu melibatkan tim anggaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Penyanyi Sekaligus Pemerhati Fashion Banua, Rudy Prima Meninggal Dunia

Sekretaris DPRD Tanahlaut, Ahmad Taufik mengatakan kegiatan rapat pembahasan KUA-PPAS itu sudah dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia.

"Tanahlaut justru terlambat. Ini lebih banyak manfaatnya. Pembahasan lebih fokus hingga malam hari dan anggota dewannya lengkap karena dikarantina," katanya.

Kehadiran anggota DPRD Kabupaten Tanahlaut dalam pembahasan anggaran selalu tidak lengkap dan tidak mencapai kuorum jika dilaksanakan di Pelaihari.

Baca: Live Trans7! Jadwal MotoGP Inggris 2018 - Maverick Vinales Akui Suka Sirkuit Silverstone, Tapi

Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Tanahlaut saja, dari 35 anggota DPRD Kabupaten Tanahlaut hanya 20 wakil rakyat yang hadir mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Indonesia.

Menurut Ahmad Taufik, jika pembahasan rancangan KUA-PPAS tidak tepat waktu, dikhawatirkan berdampak pada kinerja Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.

Pemerintah Pusat akan memberikan sanksi dan tidak memberikan penghargaan bagi daerah yang terlambat menyampaikan peraturan daerah tentang APBD 2019, jelas Ahmad Taufik. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved