Berita Hulu Sungai Utara

Mahasiswa Amuntai Manfaatkan Pekarangan dengan Hidroponik dan Polybag

Program pemanfaatan pekarangan rumah mulai digalakkan oleh Pemerintah Daerah sampai ke tingkat desa.

Mahasiswa Amuntai Manfaatkan Pekarangan dengan Hidroponik dan Polybag
istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Desa Tangkawang Kecamatan Haur Gading kini bisa menanam berbagai macam jenis tanaman tanpa harus memiliki lahan yang luas, program pemanfaatan pekarangan rumah mulai digalakkan oleh Pemerintah Daerah sampai ke tingkat desa.

Dan hal ini juga mendapat dukungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (SIPER) Amuntai.

Mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelatihan kepada warga dalam pemanfaatan pekarangan. Beberapa metode yang bisa digunakan untuk menanam tanaman di lahan yang minim.

Baca: Puisi-puisi Chairil Anwar Pas untuk Hari Kemerdekaan Indonesia (HUT ke-73 RI) 17 Agustus 2018

Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem polybag, sistem politik memang sudah umum digunakan untuk menanam tanaman namun masih belum banyak warga yang mengetahui bagaimana caranya agar tanaman bisa tetap tumbuh subur meskipun ditanam di polybag.

Mahasiswa Stiper Amuntai memberikan penjelasan kepada warga mulai dari pemilihan Tanaman yang cocok ditanam di polybag hingga campuran tanah yang mendukung agar tanaman tumbuh subur. Tanah yang telah disiapkan dicampur dengan pupuk kandang dari sisa hasil peternakan atau bisa juga menggunakan limbah akar eceng gondok.

Baca: Jeda Kompetisi, Jacksen F Tiago Bantu Tangani Tim ini di Surabaya

Yang melimpah pupuk ini sangat mudah ditemukan dan didapatkan oleh warga mengingat desa tangkawang memiliki lahan rawa yang cukup luas dan ditumbuhi oleh eceng gondok yang sangat banyak. Penyusunan polybag dilakukan secara bertingkat agar semakin banyak tanaman yang bisa di tanam.

Musliadi salah satu warga mengatakan dirinya memang sudah mengetahui cara penanaman tanaman di polybag namun hasil yang didapat selalu kurang baik.

Setelah mendapatkan sosialisasi dari mahasiswa baru lah dirinya mengetahui bahwa penanaman menggunakan polybag memang memerlukan intensitas penyiraman yang teratur namun juga tidak perlu Terlalu banyak yang justru akan menghambat proses pertumbuhan tanaman.

Baca: Jadwal, Prediksi Skor & Susunan Pemain Timnas U-23 Indonesia vs Laos di Asian Games 2018 Live SCTV

"Kadang saat menyiram polybag menggunakan banyak air hingga batang tanaman bagian bawah terendam air, Namun ternyata hal itu tidak benar penyiraman tanaman dilakukan secukupnya dan dalam waktu tertentu yaitu pagi dan sore hari," ujarnya.

Saat ini warga desa tangkawang banyak yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman yang sering dimanfaatkan seperti seledri, tomat, cabe, dan sayuran seperti kangkung.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help