Berita Banjarmasin

Reog Kendang Tulung Agung Pukau Penonton Taman Budaya Kalsel

Tarian Reog kami berbeda dengan Reog Ponorogo. Reog kami dengan ciri khas membawa kendang atau dhogdhog,

Reog Kendang Tulung Agung Pukau Penonton Taman Budaya Kalsel
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Penampilan Reog Kendang memukau penonton Taman Budaya Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gerakan atratif dilakukan Novi Febrani, Miftakul Mafrifatus, Agustina, Lililk, Annisa dan Endah Tri Puspira dari Sanggar Dhogdhog Sadjiwa Hati asal Tulung Agung, Jawa Timur begitu rampak dan dinamis sewaktu membawakan Tarian Reog Kendang di acara Karasminan Banua Seribu Sungai di Panggung Terbuka Bakhtiar Sanderta Taman Budaya Provinsi Kalsel, Banjarmasin, Rabu (15/8) malam.

Sambil melakukan gerakan menari, Endah dan kawan-kawan memukul Dhogdhog, kendang kecil sebagai sebagai semangat kerja keras dan kegotongroyongan masyarakat Tulung Agung.

Tarian yang biasanya dibawakan diacara menyambut tamu, sunatan, pernikahan dan lain-lain tersebut diiringi musik yang begitu energik ditambah gerakan disisipi gerakan tarian jalalanan dan Tayub sehingga mendapat aplaus penonton.

"Tarian Reog kami berbeda dengan Reog Ponorogo. Reog kami dengan ciri khas membawa kendang atau dhogdhog, sedangkan Reog Ponorogo menari membawa dadak merak," papar Yuyun Handayani, Ketua Sanggar Dhogdhog Sadjiwa Hati.

Baca: 15 Quotes Soekarno di Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2018, Goyangkan Langit Gemparkan Darat

Baca: Kejari Banjar Soal Dugaan Kunker Fiktif Anggota DPRD Banjar: Belum Ada Tersangka

Ditambahkannya, didampingi penata musik Eko Siswoyo, sebenarnya tarian Reyog Kendang ini cukup terkenal di Jawa, khususnya Tulung Agung.

"Kami pernah tampil Istana Negara saat penurunan bendera tahun 2017, juga tampil di NTT dan pemecah rekor Muri, membawakan Tari Reyog Kendang dengan 2.400 penari," tandasnya.

Menurut Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsek, Suharyanti mengatakan memang mereka mengundang sanggar tari dari Jawa Timur, Reyog Kendang yang belum pernah tampil di sini.

"Lewat penampilan mereka, seniman kita bisa belajar kesenian luar dan mereka datang kesini juga mengetahui kesenian Kalsel saat pertunjukkan di atas panggung," ungkapnya.

Baca: Pertama Kali Digelar, Festival Jukung Hias di Sungai Martapura Semarak

Baca: Yudi Dibekuk Setelah Setahun Lari dan Sembunyi, CD dan Bra Jadi Barbuk

Ditambahkan Suharyanti, selain Reyog Tulung Agung, juga mengundang Sanggar Tari dari Medan (Sumut) dan Kalteng.

Ada pun penampilan dari Sumut dari Sanggar LKB Widatra, mahasiswa Prodi Tari Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan dengan membawakan tarian Tatak Manapuk Kopi dan Sihutur Sanggul.

Tarian Sihutur Sanggul, kata Martozet, penata Tari dan dosen Prodi Tari prodi Universitas Negeri Medan ini, mengisahkan tentang keceriaan muda mudi Batak Toba. Lalu ada juga penampilan Sanggar Tira Tangka Balang dari Kalteng membawakan Tarian Tingang Ontah Tomparan Adat.

Terakhir hiburan musik dari pemain musik papan atas Kalsel, Lucas, Hendra, Zaid, Didit, Jujung serta penyanyi Hadzir, Pipip dan iAlmira.dengan lagu berjudul Banjarmasin, Baras Kuning, Danding, Syantik, Bendera dan Gebyar-Gebyar. (banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved