Yayasan Adaro Bangun Negeri

Tantangan Semakin Kompleks, YABN Siapkan Pelajar Tabalong-Balangan Untuk Hadapi Kemajuan Abad 21

Tantangan Semakin Kompleks, YABN Siapkan Pelajar Tabalong-Balangan Untuk Hadapi Kemajuan Abad 21

Tantangan Semakin Kompleks, YABN Siapkan Pelajar Tabalong-Balangan Untuk Hadapi Kemajuan Abad 21
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Diskusi dan tukar pikiran menjadi aktivitas yang paling sering ditemui untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa 

Kegiatan yang dilakukan siang dan malam hari ini sekaligus mendidik mental siswa pantang menyerah, gigih, serta disiplin. Tiga puluh tujuh kelompok dengan topik penelitian berbeda ini tetap bersemangat menjelang malam hari.

Intensive Training Adaro Community Based Education 2018
Intensive Training Adaro Community Based Education 2018 (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Antusias mereka terlihat jelas saat penyampaian materi teknik pembuatan presentasi power point oleh Agung Nugroho, Supervisor Pendidikan YABN, yang sangat berpengalaman menyakinkan klien dalam presentasi.

Tak hanya disitu, Manager YABN, Zuraida Hamdie, juga turut memberikan materi yang menggiring generasi Z untuk bisa beradaptasi cepat dengan lingkungan sebenarnya, lingkungan kerja.

"Kalian, para generasi Z, yang serba cepat dengan informasi dan multi-tasker harus mampu menyesuaikan ritme kerja bersama generasi milenials, salah satunya dengan menganalisis banyak data yang kalian dapatkan, lalu menarik kesimpulan yang jelas untuk tindak lanjut, tutur Zuraida.

Kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang kebersamaan tanpa makna. Deri Anggraini, Operation Section Head YABN dalam sambutan pembukaan kegiatan menyampaikan, siswa harus menumbuhkan rasa ingin tahu lebih dalam, bertanya ke banyak sumber, tapi tetap memilah sumber informasi yang terpercaya.

Bagai dayung bersambut, Kabid Dinas Pendidikan, Tony Maruan, sebagai wakil pemerintah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada YABN yang menyelenggarakan kegiatan yang mampu mendorong anak-anak yang jauh dari ibukota, tapi bersaing nasional.

Tak ada pertemuan tanpa perpisahan, keakraban dalam 4 hari, melakukan aktivitas bersama, berkomitmen untuk terus maju menjadi generasi penerus yang cerdas serta rendah hati.

Kebermanfaatan, itulah inti dari kehidupan yang penuh keberkahan. Tujuh puluh empat siswa dan 34 guru membawa semangat dan topik penelitian yang jelas untuk ditindaklanjuti.

Bahrudin, siswa dari SMAN 1 Tebing Tinggi bersemangat untuk terus mencoba, meski kegagalan adalah peluang terbesar.

Kegagalan adalah proses menuju kesuksesan, terlihat bodoh hanyalah seni dalam jalan berliku untuk buah manis di akhir. Pantang menyerah! Waja Sampai Kaputing! (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help