Pileg 2019

Wartawan Atau Jurnalis Harus Mundur Jika Daftar Caleg di Pileg 2019, Ini Kata Ketua Dewan Pers

Pada tahun politik 2019, ada sejumlah nama wartawan yang mendaftar sebagai bakal calon anggota legeslatif (bacaleg).

Wartawan Atau Jurnalis Harus Mundur Jika Daftar Caleg di Pileg 2019, Ini Kata Ketua Dewan Pers
banjarmasin post group/ airul syarif
Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo saat ditemui di Aula Vihara Dhammasoka, Jalan Kapten Piere Tendean, Gang Vihara No 47, Banjarmasin, Kamis (16/8/2018) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tahun politik 2019 akan segera berlangsung. Pilpres dan pileg sudah di depan mata.

Akhir-akhir ini ada sejumlah nama wartawan yang mendaftar sebagai bakal calon anggota legeslatif (bacaleg).

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo berharap pada pemilu 2019 nanti wartawan harus menjaga netralitas dan independensi. Untuk wartawan yang menjadi calon legeslatif (caleg) harus memilih antara cuti sementara atau mundur permanen.

Baca: Karena Kehadiran Dewan Tak Kuorum, KUA-PPAS 2019 Kabupaten Tanahlaut Dibahas di Banjarmasin

"Wartawan nyaleg, dia harus mundur sebagai wartawan atau cuti sementara. Itu ada surat edaran Nomor 1 tahun 2018, dan itu kami perbarui lagi dengan surat edaran No 2 tahun 2018. Hari ini mungkin keluar suratnya, saya sudah tanda tangani di kantor. Hal ini jelas, wartawan yang nyaleg harus non aktif atau cuti sementara. Kalau nanti sudah masuk jadi anggota legeslatif, baru mundur sebagai wartawan," tutur Yosep Adi Prasetyo saat ditemui banjarmasinpost.co.id seusai kegiatan refleksi kemerdekaan di Aula Vihara Dhammasoka, Jalan Kapten Piere Tendean, Gang Vihara No 47, Banjarmasin, Kamis (16/8/2018) siang.

Baca: Ini Naskah (Teks) Pembukaan UUD 1945, Sambut Hari Kemerdekaan (HUT RI ke 73) 17 Agustus 2018

Hal ini dilakukan oleh Dewan Pers supaya  tidak menganggu pemberitaan. "Kalau dia membuat berita, kemudian terkait dengan partai dia, pasti itu akan diuntungkan. Dan itu sangat berpengaruh. Begitu juga sebaliknya, dia bisa jadi akan membenci atau menjelek-jelekan partai lawannya," jelasnya.

Menurutnya sah-sah saja seorang wartawan menjadi bakal caleg atau nyaleg. Karena ini merupakan hak politik sebagai warga negara.

"Sama halnya seperti TNI. Ketika Agus Hari Murti Yudhoyono ini ingin menjadi calon gubernur, maka dia menyatakan mundur dari profesi TNI. Sama, wartawan juga harus begitu. Boleh cuti dulu, tetapi setelah diterima, dia harus mundur," Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo.

(banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help