Tajuk

Bangun Insinerator

Ya, RSUD Ulin memiliki dua insinerator, berkapasitas 50 kilogram dan 150 kilogram. Diantaranya menghancurkan sampah medis

Bangun Insinerator
banjarmasinpost.co.id/net
RSUD Ulin Banjarmasin 

RSUD Ulin Banjarmasin selama ini bukan hanya jadi pusat rujukan medis dari Kalsel dan Kalteng, tapi juga 'sentra' pengelolaan limbah medis dengan insinerator.

Ya, RSUD Ulin memiliki dua insinerator, berkapasitas 50 kilogram dan 150 kilogram. Diantaranya menghancurkan sampah medis dari puskesmas dan rumah sakit swasta di Kota Banjarmasin.

Masalah muncul ketika izin untuk melakukan kontrak dengan pihak luar tidak ada dari Kementerian Lingkungan Hidup. RSUD Ulin hanya diperkenankan mengelola sampah medisnya sendiri.

Lantas, kemana rumah sakit swasta, puskesmas dan instansi kesehatan nonpemerintah harus menghancurkan sampah medisnya? Padahal, sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Kep–58/MENLH/12/1995, kualitas limbah (efluen) rumah sakit yang akan dibuang ke badan air atau lingkungan harus memenuhi persyaratan baku mutu efluen.

Selain itu, menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor Kep-13/MenLH/3/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak, standar limbah gas (emisi) berasal dari pengolahan pemusnah limbah medis padat harus dihancurkan insinerator.

Bahkan, aturan terbaru sampah medis tergolong sampah B3, yakni limbah yang memiliki risiko tinggi terhadap pencemaran lingkungan, mengacu ketentuan Permen LHK No.56 Tahun 2015, pemusnahannya harus dihancurkan melalui insinerator serta di autoclave agar wadah plastik yang dipakai tetap steril.

Solusi paling sederhana namun berat biaya mewajibkan semua rumah sakit ada insinerator sendiri. Tapi, tidak semua pihak mampu melakukannya. Rencana Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membangun insinerator untuk melengkapi kelanjutan pembangunan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin adalah bagus. Namun, jika baru dianggarkan pada 2019, bagaimana nasib limbah medis dari rumah sakit swasta dan puskesmas. Solusinya, Pemko Banjarmasin bisa bantu melobi Kementerian Lingkungan Hidup memberikan izin pada RSUD Ulin dan RSUD Anshari Saleh membantu penghancuran limbah medis pihak ketiga.

Pemko idealnya membangun sendiri insinerator membantu penghancuran limbah medis dari berbagai pihak. Jika yang dibangun semata untuk RSUD Sultan Suriansyah, overload limbah medis bakal kembali terjadi. Selain itu insinerator bersama yang dibangun pemko juga bisa menjadi pendapatan daerah dari biaya jasanya. Tapi ini sekadar usul, keputusan ada di Pemko Banjarmasin. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help