Berita Batola

BPJS Jamin Biaya Pengobatan Penderita Tumor dan Kanker Asal Batola

BPJS Kalsel, ternyata menjamin biaya pengobatan, Anita (35)\ penderita tumor dan kanker ganas di tangan selama 16 tahun

BPJS Jamin Biaya Pengobatan Penderita Tumor dan Kanker Asal Batola
banjarmasin post group/ edi nugroho
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Muhammad Fakhriza 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kalsel, ternyata menjamin biaya pengobatan, Anita (35), penderita tumor dan kanker ganas di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

“Jika Anita sudah terdaftar di BPJS Kesehatan, tidak ada istilah tingkat keparahan penyakit yang tidak dijamin. Selama ada indikasi medis, maka baik penyakit tumor atau kanker, maka tetap dijamin oleh BPJS Kesehatan,” tegas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Muhammad Fakhriza, Jumat (17/7/18).

Menurut Riza, panggilan Fakhriza, masyarakat memahami mana biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan dan mana yang tidak.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs Laos di SCTV, Asian Games 2018

Selama masa pengobatan biasanya anggota BPJS Kesehatan, diperiksa dokter umum, dari dokter umum ke dokter spesialis, terus berjenjang ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi seperti di RSDU Ulin dan bisa dokter merujuk pasien ke RCSM dan rumah sakit Darmais untuk kanker.

“Tapi rujukan itu kewenangan dokter,” katanya.

Baca: LIVE STREAMING SCTV - Susunan Pemain Timnas U-23 Indonesia vs Laos di Asian Games 2018

Ditambahkanya, biaya yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan itu seperti biaya hidup pasien selama di rumah sakit rujukan di Jawa, biaya makan, biaya tiket, biaya transportasi keluarga atau pedamping. Nah, biaya-biaya itu nantinya bisa ditanggung oleh Pemkab Batola jika pasiennya itu warga miskin.

“Sekali lagi biaya-biaya itu tak ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Anita (35), penderita tumor dan kanker di tangan selama 16 tahun, menyatakan pada 2002 pihak keluarga pernah berkonsultasi ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin dan dinyatakan dirinya mengidap penyakit tulang keropos. Namun tak menyangka penyakit ini berkembang menjadi kanker.

Baca: Mulai Jam 19.00 WIB! Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs Laos via Streaming SCTV - Vidio.com

Pada 2007 Anita juga pergi lagi ke rumah sakit di Banjarmasin. Dari pihak rumah sakit menyatakan dinyatakan tangan harus diamputasi. Pada 2017, pihak rumah sakit menyatakan tak berani mengoperasi karena pembuluh darah sudah pecah.

“Saya sempat nggak sadar 10 hari dan drop. Badan terasa panas dan sakit karena tumor ini,” katanya.

Berbagai uluran tangan mengalir ke Anita. Termasuk relawan di Banjarmasin yang akan mengupayakan pengobatan tumor Anita. Dari pihak relawan menyatakan akan membantu mencarikan dana pengobatan tumor tersebut.

Baca: Hasil Akhir Hongkong vs Palestina Asian Games 2018 Skor 1-1, Timnas U-23 Indonesia Wajib Menang

“Relawan memberi semangat Anita agar tak patah semangat dan pada 6 Juli saya dibawa relawan ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin. Pihak rumah sakit menyatakan tangan harus diamputasi dan baru penyembuhan dalam,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help