Ekonomi dan Bisnis

Dijual dari Rp 3-15 Juta, Gambus Asal Kotabaru Jadi Buruan Kolektor dari Pulau Jawa

Membuat usaha berdasarkan keunikan dan jarang dilakukan orang lain bisa menjadi nilai lebih suatu bisnis.

Dijual dari Rp 3-15 Juta, Gambus Asal Kotabaru Jadi Buruan Kolektor dari Pulau Jawa
istimewa
Proses pembuatan Gambus karya Junaidi di Junaid Handicraft memakan waktu 7 hingga 15 hari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Membuat usaha berdasarkan keunikan dan jarang dilakukan orang lain bisa menjadi nilai lebih suatu bisnis.

Apalagi memadukannya dengan nilai seni budaya bisa jadikan produk yang dihasilkan bernilai tinggi.

Hal inilah yang dilakukan pengrajin lokal Kalimantan Selatan (Kalsel), Junaidi dengan label Junaid Handicraft memproduksi alat musik gambus yang jadi buruan kolektor asal Pulau Jawa.

Tak jarang dipesan dari luar daerah dari kalangan kolektor alat musik tradisional, secara tidak langsung membuktikan alat musik gambus karya Junaidi penuhi standar kualitas yang baik.

Harga alat musik gambus karyanya kebanyakan dibuat sesuai permintaan si pemesan dengan kisaran harga Rp 3 juta hingga bahkan Rp 15 juta.

Baca: Besok, Kubu Jokowi-Maruf Akan Umumkan Ketua Tim Pemenangan, Bagaiman Partai Koalisi?

Dengan kisaran harga tersebut, Junaidi rata-rata menghabiskan waktu antara tujuh hingga lima belas hari untuk membuat satu alat musik gambus.

Selain dari Pulau Jawa, Junaidi juga sudah layani beberapa pemusik gambus lokal di Kalsel dari berbagai daerah seperti dari Kotabaru dan daerah Hulu Sungai.

Ia melayani pemesanan berbagai jenis gambus mulai dari Arabic style dengan resonansi bunyi lebih panjang, Iraqi style dengan bunyi tajam dan bunyi lebih kuat hingga Turkey style yang bersuara jelas namun lebih lembut.

Dijelaskan Junaidi, proses pembuatan alat musik gambus yang dilakukannya di rumah produksi di Jalan Lapangan, Desa Tarjun, Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalsel ini diawali proses pemilihan kayu.

Baca: Tali Bendera Putus saat Detik-detik Proklamasi, Menteri Enggartiasto Hanya Bisa Bilang Ini

Kayu yang paling sering digunakannya yaitu kayu kayu nangka tua dan kayu mirih atau yang sering disebut xylocarpus.

Halaman
123
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help