Kriminalitas Kalteng

Enam Ons Narkoba Asal Malaysia Dimusnahkan Bersama Miras Ilegal

Narkoba jenis sabu sebanyak enam ons lebih yang berhasil di tangkap Polda Kalteng tersebut, Kamis (16/8/2018) dimusnahkan

Enam Ons Narkoba Asal Malaysia Dimusnahkan Bersama Miras Ilegal
faturahman
Narkoba 6 ons dimusnahkan bersama miras sitaan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kalimantan Tengah ternyata menjadi pasar bagi perdagangan gelap narkoba yang dipasok dari sindikat pengedar asal Malaysia, karena letaknya berada ditengah kalimantan dan jadi tempat transit.

Narkoba jenis sabu sebanyak enam ons lebih yang berhasil di tangkap Polda Kalteng tersebut, Kamis (16/8/2018) dimusnahkan, bersama sejumlah minuman keras tanpa izin yang terjaring razia yang dilakukan oleh Ditreserse Narkoba Polda Kalteng.

Informasi dari Kapolda Kalteng, Irjen Pol Anang Revandoko, Jumat (17/8/2018) peredaran barkoba di Kalimantan Tengah saat ini sudah banyak yang didatangkan dari Malaysia yang dibawa lewat jalan darat juga melalui bandara sehingga perlu adanya kewaspadaan.

Baca: Siswa Narkoba Palangkaraya Ngaku Siswa Buangan, Paket 100 Ribu Pakai Bareng-bareng

Dikatakan, Pihaknya memusnahkan enam ons sabu dari Malaysia dan menangkap enam orang pelaku merupakan hasil operasi yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Kalteng untuk operasi pemberantasan narkoba.

Baca: Kumpulan Kata-kata Selamat HUT RI ke-73 untuk Ucapan di Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018

"Sebanyak 6 ons lebih sabu yang kami sita dan dimusnahkan tersebut, pasokan dari Malaysia." Kami melakukan operasi dalam dua bulan ini saja hasilnya cukup banyak dan ini berasal dari malaysia, kami juga amankan enam orang pelakunya,"ujarnya.

Baca: 15 Kutipan (Quotes) Soekarno Cocok Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan (HUT ke 73 RI) 17 Agustus 2018

Sementara itu, Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri, mengatakan, berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, peredaran narkoba dari luar yang masuk ke Kalteng dalam perbulannya mencapai 20 kilogram.

"Kami dapat informasi pasokan narkoba ke Kalteng dalam sebulannya mencapai 20 kilogram, karena pemakai narkoba di Kalteng sudah mencapai 8000 lebih, ini ga habis-habisnya, jika direhab tempat rehabnya tentu sudah tidak mampu lagi tempat rehabnya," ujarnya.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved